Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Senin, PM Papua Nugini Peter O'Neill Temui Presiden SBY
Saturday 15 Jun 2013 11:47:37

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill didampingi Ibu Negara Linda Babao beserta Menteri Luar Negeri Rimbink Pato dan sejumlah delegasi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Senin (17/6).

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengatakan, selama berada di Indonesia, Perdana Menteri Papua Nugini akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI. Adapun fokus utama pertemuan bilateral adalah meningkatkan hubungan bilateral melalui penyusunan suatu kerangka kerjasama melingkupi berbagai bidang.

“Kedua Negara menilai penting upaya peningkatan kerjasama ekonomi dan people-to-people contact, terlebih lagi memiliki perbatasan darat yang sangat signifikan,” kata Faizasyah di Jakarta, Jumat (14/6) petang.

Menurut Faizasyah, Pemerintah Indonesia menilai penting terjalinnya hubungan bersahabat yang kokoh diantara kedua negara, dan juga adanya peningkatan kerjasama yang bersifat komprehensif.

“Hal ini merupakan suatu keniscayaan, terlebih lagi Papua Nugini merupakan satu-satunya negara di kawasan Pasifik yang memiliki perbatasan darat dengan Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya antara Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri O’Neill, setelah sebelumnya telah dilakukan pertemuan bilateral di sela-sela Bali Democracy Forum, 9 November 2012. Dalam pertemuan di Bali tersebut, telah dibahas kerjasama di bidang perhubungan udara, migas, dan kelistrikan.

Sementara itu, seusai pertemuan bilateral pada tanggal 17 Juni 2013 di Jakarta nanti, kedua pemimpin dijadwalkan akan menyaksikan penandatanganan perjanjian ekstradisi, perjanjian dasar tentang pengaturan perbatasan, dan perjanjian angkutan udara.

Hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugi terus menunjukkan peningkatan yang berarti. Antara lain, hal ini dapat dicermati dari kecenderungan peningkatan nilai perdagangan bilateral pada periode 2008-2012 yang menunjukkan peningkatan sebesar 36,44%. Beberapa ekspor utama RI ke PNG adalah produk makanan, minuman, komponen otomotif, elektronika, bahan kimia, alat-alat bangunan, dan perlengkapan rumah tangga.

“Mengingat luas wilayah perbatasan daratan antara RI dan PNG, terus diupayakan pengembangan kerjasama perdagangan di wilayah tersebut guna mendukung keberlanjutan tren positif perdagangan RI-PNG. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai tujuan ini melalui peningkatan investasi, serta pemberian bantuan teknis dan capacity building,” papar Faizasyah.

Sejak pertemuan bilateral di sela-sela Bali Democracy Forum, 9 November 2012, lanjut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, telah dirundingkan beberapa perjanjian kerja sama yang direncanakan akan ditandatangani di hadapan kedua pemimpin seusai pertemuan di Jakarta. Perjanjian-perjanjian tersebut diantaranya adalah, perjanjian ekstradisi, perjanjian angkutan udara, serta penandatanganan kembali perjanjian dasar tentang pengaturan perbatasan.(es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
• Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
• Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
• Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
• Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
• 'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]