Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus PT Blue Bird Taxi
Sengketa Blue Bird, Abrakadbra! Saham Hilang
Wednesday 11 Dec 2013 08:01:50

Mintarsih A. Latief, satu diantara pemegang saham, Selasa (10/12) usai sidang di PN Jakpus.(Foto: BH/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mintarsih A. Latief menegaskan bahwa ia memang mundur dari pengurus pesero, namun tidak pernah melepas kepemilikan saham yang dimilikinya di PT Blue Bird Taxi, dimana Mintarsih memiliki sepertiga saham mayorias di CV Lestiani atau setara 15 % saham di PT Blue Bird Taxi. CV Lestiani diketahui memiliki 45 % saham di PT Blue Bird Taxi.

"Jadi dalam hal sudah dikatakan bahwa mundur sebagai pengurus pesero, dan diikuti oleh surat untuk dijadikan pesero komanditer. Sebenarnya kalau ini kita bertahan pada kesepakatan," kata Mintarsih kepada Wartawan, Selasa (10/12) usai sidang Kasus sengketa antar pemegang saham PT Blue Bird Taxi siang tadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Mintarsih mengungkapkan bahwa dirinya samasekali tidak pernah dikonfirmasi hingga akhirnya sahamnya dihilangkan. Ibarat sulap, abrakadabra! Hilang.

"Harusnya diberitahukan, jangan akhirnya dimundurkan dan dalam dimundurkan itu tidak diberikan uang apapun dan dalam dimundurkan itu tidak dilibatkan, kan semua ahli setuju, ini harus dikonfirmasikan kembali, tapi kenapa tidak dikonfirmasikan, jadi siapa yang salah, lalu tiba-tiba saham hilang," ujar Mintarsih.

Perlu diketahui bahwa Mintarsih A. Latief, Purnomo Prawiro dan Chandra Suharto adalah kongsi lama, ketika mendirikan CV Lestiani pada tahun 1971, dimana CV Lestiani adalah salah satu pemegang saham PT Blue Bird Taxi.

Kemudian pada tahun 2010, Chandra meninggal dan kepengurusan CV Lestiani diteruskan oleh Purnomo dan Mintarsih. Namun dalam perjalanannya, kongsi tersebut tak mampu lagi berjalan harmonis, dan Mintarsih minta pengadilan membubarkan CV Lestiani.

Sedangkan Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum CV Lestiani dan Purnomo Prawiro mengatakan Mintarsih hanya iri saja. "Kan begini, Blue Bird ini semakin besar dan mau Initial Public Offering (IPO)," kata Hotman usai sidang.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus PT Blue Bird Taxi
 
• Diungkap Mintarsih Abdul Latief: Banyak Perusahaan Didirikan Purnomo Prawiro Sudah Bangkrut!
 
• Psikiater Mintarsih Terus Perjuangkan Hak Sahamnya di Blue Bird Hingga ke DPR
 
• Rustam: Aneh, Mintarsih Latief Diminta Kembalikan Gaji Dll... Capai Rp 140 Miliar
 
• Kasus Purnomo Prawiro Dkk Bawa Nama Besar Blue Bird, Bagaimana Nasib Investor Lain?
 
• Kasus Dugaan Penggelapan Saham di PT Blue Bird Taxi, Prof Hibnu Guru Besar Hukum Pidana Angkat Bicara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]