Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Semua yang Dilakukan Muhammadiyah untuk Umat, Bangsa, dan Kemanusiaan Universal
2021-04-30 20:31:33

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir percaya gerak pencerahan Muhammadiyah akan melaju pesat jika para pegiatnya kompetitif sebagaimana Kiai Dahlan dan murid-muridnya.

“Wawasan Kiai Dahlan sampai itu wawasan yang luas, membangun umat, membangun bangsa, membangun negara dengan pikiran-pikiran maju tapi juga korektif. Ada kritik, ada nahyu munkar tetapi dengan ilmu dengan cara dakwah memberikan alternative, memberikan solusi, itulah Muhammadiyah," jelasnya dalam Pengajian Ramadan UM Kudus, Senin (26/4).

Lebih lanjut, dirinya mengisahkan kronologis peradaban umat Islam yang bersinar lalu jatuh selama lebih dari 9 abad lamanya. Di bumi Nusantara, gagasan peradaban Islam juga tidak tersentuh sampai hadirnya Kiai Ahmad Dahlan dengan semangat kompetitif untuk melakukan tajdid (pencerahan).

"Islam menjadi agama damai dan diterima oleh masyarakat Indonesia sehingga menjadi agama mayoritas di negeri ini tapi kita terjajah. Lalu banyak penyakit dalam kehidupan, lalu kita tertinggal secara ekonomi, alam pikiran, lalu Kiai Ahmad Dahlan hadir untuk tajdid, memperbaiki, mengembalikan, menghidupkan Islam," tuturnya.

"Beratus-ratus tahun umat Islam hapal Al-M'un tapi tidak diamalkan, lalu Kiai Ahmad Dahlan (dengan Al-Ma'un) melahirkan gerakan sosial, lahirlah rumah sakit, panti asuhan, dan lain-lain," imbuh Haedar sembari membeberkan terobosan lain Kiai Dahlan seperti mendirikan gerakan perempuan dan memberikan pijakan agar Muhammadiyah suatu saat dapat membangun universitas yang megah.

Karenanya, Haedar berpesan agar semangat kompetitif fastabiqul khairat yang telah dicontohkan oleh Kiai Dahlan itu turut dihayati oleh warga dan pegiat Muhammadiyah.

Semangat kompetitif tersebut, layak untuk digunakan untuk memperbaiki tata kelola organisasi, amal usaha, termasuk cara memberdayakan seluruh elemen yang ada hingga ke lingkup terkecil seperti jamaah masjid.

"Kalau warga Muhammadiyah suka dengan hal-hal yang bersifat kompetitif, suka dengan hal yang terbaik dan apa yang kita lakukan tidak lain untuk kepentingan umat Islam, bangsa Indonesia dan kemanusiaan universal dalam misi wa maa arsalnaka ila rahmatan," jelasnya.

"Dan Insyaallah ketika terus bergerak, kita akan menjadi organisasi yang besar, berkualitas dengan kekuatan yang mandiri," pungkasnya.(muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]