Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Seminar
Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan 'Sudahkah Calon Kepala Daerah Berjiwa Pancasila'
Tuesday 08 Sep 2015 16:51:33

Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan, di Hotel Grand City Jl. Pal Putih, Jakarta Pusat, Senin (7/9).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menyikapi akan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015 mendatang pihak LSM gerakan Nusantara Beraklaq mengadakan seminar nasional wawasan kebangsaan, dengan bertajuk; Pendidikan Wawasan Kebangsaan Indonesia, Mari kita sukseskan Pilkada Serentak tahun 2015, yang dipelopori juga oleh LSM PLN Watch dengan Ditjen politik dan pemerintahan umum Kemendagri.

Adapun seminar ini dipresentasikan dan ditujukan pada generasi muda bangsa seperti kalangan mahasiswa dan para pe-giat ormas muda yang berjiwa aktivis yang sebagai peserta sosialisasi, untuk ikut mensukseskan Pilkada serentak 2015. Namun, dibalik itu semua para pembicara yang hadir merasakan akan kegelisahan dalam hal ketertinggalan wawasan bernuansa kebangsaan ini dikalangan kaum muda sekarang, yang mana wawasan kebangsaan sudah semakin memudar dikalangan kaum muda terpelajar saat ini, yang semakin memberikan kekuatiran yang tinggi, karenanya bangsa sekarang ini yang kurangnya mendapatkan perhatian khusus dalam hal sosialisasi wawasan kebangsaan.

Jalalhuddin selaku penggurus LSM Watch, yang juga sebagai narasumber mengklaim bahwasanya wawasan tentang kebangsaan hingga saat ini belum tersentuh, oleh pihak seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) begitu juga KPUD.

"Malahan pihak mereka (KPU) Kebanyakan kepada hal-hal teknis internalnya saja, tetapi menyangkut dengan wawasan kebangsaan sampai sekarang hampir-hampir belum ada seminarnya untuk sosialisasikan pilkada," jelas Jalal, mempresentasikan pada forum di Hotel Grand City, Jl.Pal Putih, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Begitu juga dengan Wardi, selaku pendiri Lembaga Pejuang Proklamasi yang sekaligus turut sebagai pembicara dalam seminar ini menerangkan, kecemasannya atas kegelisahan dirinya yang ia mengangap bahwa generasi sekarang ini banyak yang tidak mengetahui wawasan kebangsaan, menurutnya juga hal ini adalah sebuah kegelisahan tentang bagaimana perihal wawasan kebangsaan.

"Karna saya juga pernah ketemu dengan para Lemhanas, mereka juga mengalami hal yang sama, gelisah tentang wawasan kebangsaan yang tidak begitu diketahui generasi sekarang ini," ujarnya, setelah acara Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan selesai berlangsung.

Padahal budaya kebangsaan kita ini, lanjutnya, adalah budaya Indonesia yang harus dihayati, yang maksudnya semua budaya dan semua elemen kita ini hingga hal prilaku makan tidur dan sebagainya adalah berdasarkan budaya pancasila

Namun, keterkaitannya untuk Pilkada ini sendiri seperti apa? sudahkah berbudaya Pancasila atau belum, "Disini bukan masalah serentak atau tidak serentaknya, sudahkah yang menjadi calon pemimpin itu berjiwa pancasila, kalau tidak? Indonesia ini akan sangat mengerikan sekali," pungkasnya.(bh/bar)


 
Berita Terkait Seminar
 
Seminar Sosialisasi PP No.39/2020: 'Akomodasi yang Layak Bagi Disabilitas dalam Proses Peradilan'
 
Seminar 'Membedah RUU Kejaksaan' terdapat 6 Urgensi dan 4 Kesimpulan
 
Seminar KMI: 'Integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dalam Memangkas Dwelling Time'
 
PRN: Menyelami 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dari Sudut Angka Kematian dan Ibu Melahirkan
 
Seminar Payung Hukum Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]