Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Proyek Dermaga
Sekretaris Korpri Cilegon Diperiksa KPK
Tuesday 05 Jun 2012 01:08:35

Gedung KPK (Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Sekretaris Korpri Kota Cilegon, Muhamad Salim diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagai saksi untuk tersangka mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Aat Sufaat dalam kasus Pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari Kota Cilegon.

Menurut Karo Humas KPK, Johan Budi selain Salim, pihaknya juga memeriksa H Ahmad Yusuf dari kalangan swasta. "Iya, kami memang memeriksa dua saksi," katanya saat ditemui wartawan di Gedun g KPK, Jakarta, Senin (4/6).

Namun sayangnya, hingga sore hari, keduanya belum juga tiba di Gedung lembaga super body ini. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi, yaitu Direktur Pelindo II Richard Joost Lino dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Fawzar Bujang.

Selain itu, beberapa orang anggota DPRD Kota Cilegon juga pernah diperiksa sebagai saksi kasus ini. Aat diduga telah memperkaya diri atau orang lain dalam proyek dermaga Kubangsari.

Seperti diketahui, mantan Walikota Cilegon, Aat Syafaat diduga telah melakukan korupsi dalam pembangunan Dermaga Kubangsari Cilegon tahun anggaran 2010.

Dimana, saat menjabat Aat telah menyetujui nota kesepahaman dengan PT Krakatau Steel terkait tukar guling lahan untuk pembangunan Pabrik Krakatau Posco dan dermaga Kota Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon sepakat menyerahkan lahan seluas 65 hektare di Kelurahan Kobangsari kepada PT Krakatau Steel untuk keperluan membangun pabrik tersebut. Sebagai gantinya, Krakatau Steel harus menyerahkan tanah seluas 45 hektare kepada Pemerintah Kota Cilegon untuk pembangunan dermaga pelabuhan.

Berdasarkan laporan masyarakat, diduga ada indikasi penerima hadiah atau suap serta penyalahgunaan wewenang terkait tukar guling tersebut. Ada dugaan timbulnya kerugian negara senilai Rp 11 miliar dalam kasus ini.

Sehingga negara, mengalami kerugian sekitar Rp.11 miliar. Sehingga Aat disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(inc/biz)



 
Berita Terkait Proyek Dermaga
 
Sekretaris Korpri Cilegon Diperiksa KPK
 
Meski Sakit Jantung, KPK Tetap Tahan Mantan Walikota Cilegon
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]