Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Pendidikan
Sekolah Harus Seperti Taman Siswa,Pendidikan Keluarga Penting
2016-11-02 09:11:27

Bupati Nelson Pomalingo, pada acara Sosialisasi penguatan pelaku pendidikan keluarga bagi Eselon 4, di Gorontalo, Selasa (2/11).(Foto: Istimewa)
GORONTALO, Berita HUKUM - "Sekolah sebaiknya seperti konsepnya Bapak Ki Hajar Dewantara. Sekolah bukan hanya menjadi tempat mendidik anak-anak kita, tapi menjadi tempat yang menyenangkan dan menyamankan," Bupati Nelson Pomalingo, pada Sosialisasi penguatan pelaku pendidikan keluarga bagi Eselon 4, pengawas, pejabat fungsional tertentu, pimpinan PKBM dan LKP tingkat Kabupaten Gorontalo, Selasa (2/11).

Neslon mengatakan, data menunjukkan kualitas pendidikan kita baik nasional maupun daerah masih sangat rendah. APK di tingkat SD belum memenuhi 100 persen, SMP baru 90 persen. "Intinya, masih banyak anak-anak kita yang belum sekolah, karena bila di rata-ratakan masyarakat kita masih 70 persen adalah lulusan SD atau putus sekolah," cetus Neslon.

Nelson menerangkan, masalah pendidikan, pembentukan karakter dan budi pekerti tidak hanya tergantung semata pada pendidikan formal. "Perlu dukungan serius melalui pendidikan keluarga," kata Bupati Nelson. Disisi lain, peran pendidkan keluarga diharapkan dapat menepis tantangan era digital yang dinilai mulai memanjakan perilaku para anak didik. Maka berkembangnya teknologi informasi dewasa ini pemanfaatannya perlu diarahkan dengan baik.

Saat ini lanjut Bupati, pihaknya tengah merancang dua konsep untuk mendorong penyelenggaraannya secara optimal. pertama, adalah program Gerakan Gorontalo Belajar (G2B), yang mengarahkan waktu anak-anak sekolah dari jam enam petang hingga pukul sembilan malam. Selang waktu ini, kata Bupati, wajib diisi dengan kegiatan belajar dan shalat. "Jika perlu kita larang anak-anak berkeliaran di jam-jam ini untuk menghindari ancaman sosial bagi mereka. Kita banyak mendengar pemerkosaan, narkoba dan tindakan lain yang kini mengancam keselamatan anak," ungkap Bupati.

Konsep ke dua yang tengah dirancang Bupati adalah efektifitas jam belajar di sekolah. Penyenggaraan pembelajaran di kelas akan dilaksanakan mulai pukul 06:00 wita. "Bagaimana mengajar meningkatkan fullday. Kalau dapat sekolahnya itu masuk jam enam pagi. Kenapa? Kita memberi kesempatan kepada anak dan orang tua segera bangun, shalat Subuh, sekaligus membangkitkan etos kerja. Jam enam pagi otak fresh, dari sisi lain lalu lintas juga mulai macet kadang orang tua berebut dengan anaknya saat ke sekolah dan ke kantor", jelasnya.

Kogus membangkitkan etos kerja. Jam enam pagi otak fresh, dari sisi lain lalu lintas juga mulai macet kadang orang tua berebut dengan anaknya saat ke sekolah dan ke kantor", jelasnya.

Konsep jam masuk belajar sekolah ini juga akan diimbangi dengan jam keluar lebih awal dari biasanya. "Karena am 6 masuk, jam 12 bisa pulang saja," ujarnya.(bh/shs/hms)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
 
Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
 
Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
 
HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
 
Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]