Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Mahkamah Konstitusi
Sekjen MK Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum
Saturday 18 May 2013 23:19:56

Janedjri M. Gaffar menerima tanda kelulusan.(Foto: Ist)
SEMARANG, Berita HUKUM - Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M Gaffar, memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah dalam ujian promosi doktor yang digelar Sabtu pagi (18/5) di Auditorium Imam Barjo, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Janedjri memproleh prestasi cumlaude, dengan nilai Indeks Prestasi 3,85.

Janedjri M. Gaffar mengajukan disertasi berjudul “Rekontruksi Kewenangan Mahkamah Konstitusi dan Penanganan Perkara Pemilihan Umum untuk Mewujudkan Pemilihan Umum yang Demokratis dalam Perspektif Hukum Progresif”.
Dalam pemaparannya, Janedjri menjelaskan bahwa disertasi ini dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa pemilu merupakan suatu instrumen yang diperlukan dalam demokrasi perwakilan. Sebagai mekanisme utama dan prasyarat demokrasi, pemilu harus dilaksanakan secara demokratis.

“Terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum yang demokratis, keberadaan Mahkamah konstitusi, diletakkan sebagai instrumen pengawasan pelaksaan pemilihan umum, sekaligus sebagai forum hukum untuk menyelesaikan perkara pemilihan umum, melalui baik kewenangan dalam memutus undang-undang terkait dengan undang-undang pemilu, serta perselisihan hasil pemilihan umum,” paparnya.

Di depan ratusan tamu undangan yang memadati gedung Auditurium Undip, Janedjri memaparkan berbagai hal terkait dengan peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga demokrasi. Dijelaskannya bahwa kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menangani perkara pemilu, baik melalui kewenangan memutuskan perkara pengujian undang-undang (PUU), maupun memutuskan perkara perselisihan hasil pemilu (PHPU) telah melahirkan prinsip-prinsip hukum baru. “Putusan-putusan Mahkamah Konstitusi, merefleksikan semangat dan karakter hukum progresif, sehingga perlu ditindaklanjuti dengan rekontruksi kewenangan MK dalam menangani perkara pemilu sehingga pemilu yang demokratis akan semakin terwujud,” tegasnya.

Adapun tim penguji dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut yakni Ketua Prof.Dr. Yos Johan Utama. SH,M.Hum, Sekretaris Prof.Dr. Fx Adji Sumekto SH,M.Hum, dan anggota Prof.Dr. Moh. Mahfud MD. SH (Promotor), Prof.Dr. Arief Hidayat. SH (Co-Promotor), Prof. Dr. Saldi Isra S.H, Dr. Harjono S.H., MCL dan Prof. Dr. Yusriadi. MS.

Hadir pula dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi M. Akil Mochtar, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MK Achmad Sodiki, Hakim Konstitusi, dan beberapa tokoh penting lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua MK Akil Mochtar menyampaikan bahwa prestasi yang diraih Sekjen MK merupakan sebuah kebanggaan bagi Mahkamah Konstitusi. “Mudah-mudahan prestasi yang dicapai oleh Janedjri ini dapat ikut mendorong suksesnya pelaksanaan tugas Mahkamah Konstitusi, tentunya gelar akademik tidak mempunyai nilai apa-apa kalau tidak bisa dikontribusikan dengan baik, ilmu ini merupakan tambahan bagi Janedjri untuk apa yang dicapai saat ini, agar ke depannya menjadi lebih baik,” tutup Akil.(dr/mk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Mahkamah Konstitusi
 
Massa Aksi KaPK Datangi PTUN Jakarta, Minta Anwar Usman Tidak Didzalimi
 
MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi
 
Sekjen MK Kupas Tuntas Sengketa Kewenangan Lembaga Negara
 
Paripurna DPR RI Setujui RUU MK Menjadi Undang-Undang
 
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]