Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

    
 
Kemarau
Sekitar 330 Juta Orang di India terkena Dampak Kekeringan
2016-04-21 07:15:36

Jumlah warga di India yang terkenda dampak kekeriangan diperkirakan akan bertambah.(Foto: Istimewa)
INDIA, Berita HUKUM - Tak kurang dari 330 juta orang, atau seperempat dari total penduduk, terkena dampak kekeringan di India, kata para pejabat pemerintah.
Pemerintah mengatakan angka warga yang terkena dampak kekeringan bisa lebih tinggi, karena beberapa negara bagian belum memasukkan data terbaru tentang kelangkaan air.

Dalam dokumen yang dimasukkan ke Mahkamah Agung, pemerintah India mengatakan mencairkan dana darurat untuk membantu kawasan-kawasan yang paling parah terkena dampak kekeringan.

Di negara bagian Maharashtra, yang mengalami kelangkaan air, pemerintah memasok air minum dengan menggunakan kereta api, sementara pertandingan cricket -cabang olahraga yang sangat populer di India- dilarang.

Beberapa bagian India mengalami musim kering tahunan, yang biasanya terjadi sebelum musim hujan, tapi kali ini kondisi diperparah dengan rendahnya persediaan air.
Suhu udara mencapai 40C dalam beberapa hari belakangan di banyak tempat, antara lain membuat anak perempuan berusia 11 tahun meninggal akibat gelombang panas saat berupaya mengambil air dari satu sumur pompa di Maharashtra.

Ia selama beberapa jam berada di luar ruang, di tengah suhu udara 42C, untuk mengambil air tersebut, pada hari Minggu (17/4).(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Kemarau
 
Kekeringan dan Kelaparan di Somalia, Lebih dari 110 Orang Tewas
 
Sekitar 330 Juta Orang di India terkena Dampak Kekeringan
 
Ratusan Ekor Sapi Mati Akibat Kekeringan
 
Kemarau Basah Mei Sampai Agustus
 
Kemarau di Jakarta Diprediksi Hingga April Mendatang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]