Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Ahok
Sekber Thamrin City Minta DPRD DKI Melakukan Hak Interpelasi dan Hak Angket kepada Gubernur Ahok
2016-10-10 05:42:41

Tampak saat jumpa pers para Sekber Thamrin City di Tanah Abang, Jakarta. Minggu (9/10).(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM -Sebanyak Delapanbelas (18) organisasi tergabung dalam wadah perhimpunan Paguyuban pedagang, pemilik kios/counter lot dan penghuni, pemilik apartemen The Jakarta Residence di Thamrin City termasuk pula Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sektor Non Formal yang mengatasnamakan Sekretariat Bersama (Sekber) Thamrin City menilai dan menuding adanya indikasi Basuki Tjahya Purnama, alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta selama ini memimpin DKI Jakarta dianggap melanggar UU nomor 20/2011.

Adapun, para pedagang, pemilik apartemen kios 'Sekber Thamrin City' telah memenangkan Kasasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam nomor perkara 236K/TUN/2016, termaktub pada laman resmi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Putusan itu, yang dikeluarkan pada 11 Agustus 2016 oleh Mahkamah Agung membatalkan putusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dimaksud. Memerintahkan Ahok mencabut Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Nomor 273 Tahun 2014 tentang Pengesahan Pengurusan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) The Jakarta Residence dan Pusat Perdagangan Thamrin City.

Selaku Ketua Umum Sekber Thamrin City, Yudi Relawanto, SH, MBA menceritakan ikhwal perkara yang dimulai saat adanya penolakan oleh Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Nomor 273 Tahun 2014, mengenai pengesahan akta pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPRS) komersial campuran dan non hunian apartemen.

Pembentukan PPRS yang ditunjuk oleh PT Jakarta Realty, anak Perusahaan Agung Podomoro Group, selaku pengelola Thamrin City, The Jakarta Residences dan Pusat Perdagangan Thamrin City Jakarta Pusat. "SK tersebut ternyata abal-abal, jadi pengurus dipilih oleh pedagang, namun dipilih oleh mereka saja. Kami punya sertifikat, yang menunjukan diangsur semenjak tahun 2008, maka 2012 sudah lunas. Pembayaran bertahap bukan kredit," jelas Yudi Relawanto, Ketua Umum Sekber Thamrin City, saat jumpa pers di restoran di kawasan jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta. Minggu (9/10).

Rencananya, pada Senin (10/10) perwakilan Sekber Thamrin City akan mengupayakan dengan mendatangi dan mengajukan permohonan ke DPRD DKI Jakarta supaya sebagai perwakilan rakyat Jakarta dapat mengadakan Rapat Paripurna, guna menggunakan Hak Interpelasi yang dilanjutkan dengan Hak Angket atas pelanggaran Undang-undang yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok), selanjutnya ke Balai Kota DKI, dan ke KPUD Jakarta.

"Mosi tidak percaya atas Gubernur saat ini, karena diduga melanggar yang dalam TUN dan kami yakin DPRD DKI menindaklanjuti peristiwa perkara ini," pinta Yudi.

"Berdasarkan putusan MA, dimana SK diterbitkan oleh Ahok agar mempertanggungjawabkan SK yang diterbitkan nomor 236 K/TUN itu nanti. Padahal diperintahkan berdasarkan hasil putusan Kasasi supaya mencabut SK-nya itu. Namun, belum ada pencabutan hingga saat ini," tegasnya.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Ahok
 
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
 
Ditertawai Adiknya Ahok, Sam Aliano: Harapan Veronika Tan Jadi Ibu Negara
 
Mako, Ahok dan Teroris
 
Terkait Kewarganegaraan Ayah Ahok, Inilah Tanggapan Yusril Atas Surat Terbuka Adik Ahok
 
'Ahok Masih di Rutan Mako Brimob karena Kedekatannya dengan Jokowi'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]