Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Sehari Sebelum Periksa Andi, KPK Minta Keterangan Wamenkeu
Monday 08 Apr 2013 12:38:08

Ani Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) saat mendatangi gedung KPK, Senin (8/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ani Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/4) terkait proyek Hambalang. Saat tiba di gedung KPK, Ani enggan memberikan statement terkait pemeriksaannya itu. Pemeriksaan Wamenkeu ini merupakan pemeriksaan sehari sebelum diperiksanya Andi Mallarangeng.

Ani tiba di gedung KPK nampak mengenakan pakaian serba hitam, ia enggan menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. Namun, ia berjanji akan menyampaikan usai pemeriksaan nanti. "Nanti ya, nanti," katanya sembari memasuki gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Priharsa Nugraha, Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK mengungkapkan bahwa Ani diperiksa untuk dua tersangka Hambalang yakni Andi Alfian Mallarangeng (AAM) dan Deddy Kusdinar (DK). "Iya untuk AAM dan DK," ujar Priharsa.

Ani diperiksa KPK terkait Hambalang bukan kali ini saja, ia pernah diperiksa Juli dan Desember 2012 lalu, dia juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Kala itu, Ani menjelaskan mengenai perubahan pola anggaran proyek pembangunan sport center Hambalang dari tahun tunggal (single years) menjadi tahun jamak (multi years).

Seperti diketahui, pemanggilan Ani merupakan atau menjelang pemanggilan Andi Mallarangeng sebagai tersangka. Andi akan diperiksa KPK sebagai tersangka, besok, Selasa (9/4).(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]