Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Satu Pekan di Amerika, KPK Baru Periksa Sri Mulyani
Wednesday 01 May 2013 00:09:47

Mantan Menteri Keuangan RI periode tahun 2005 – 20 Mei 2010, Sri Mulyani.(Foto: srimulyani.net)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar satu pekan berada di Amerika Serikat untuk memeriksa Sri Mulyani sebagai Saksi kasus Century. Namun, pemeriksaan pada Direktur Pelaksana Bank Dunia itu baru akan dilakukan hari ini, Selasa (30/4).

Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK, Selasa (30/4) mengatakan, pemeriksaan pada Sri Mulyani dijadwalkan hari ini. Namun, Bambang tidak menjelaskan mengapa baru bisa dilakukan pemeriksaan hari ini. "Pemeriksaan Sri Mulyani dijadwalkan hari ini," kata Bambang.

Mengenai hasil pemeriksaannya, kata Bambang, kemungkinan informasinya bisa didapat nanti malam. "Nanti malam (malam) ini baru dapat informasi lebih lanjut mengenai apa saja (pemeriksaannya)," tambah Bambang saat ditemui di gedung KPK.

Untuk diketahui, tim KPK sudah sekitar satu pekan berada di Amerika. Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Johan Budi SP, Juru Bicara KPK Kamis (25/4). Kala itu, Johan sudah mengatakan bahwa tim KPK sudah berada di Amerika, namun Sri Mulyani belum juga diperiksa.

Mungkin, lambatnya pemeriksaan Sri Mulyani karena KPK juga memeriksa saksi lainnya yang juga berada di Amerika. Misalnya saja Kepala Perwakilan BI di New York yaitu Wimbuh Santoso. Kemungkinan, tim KPK itu akan kembali ke Tanah Air pekan ini.

Seperti diketahui, Sri Mulyani (50Th) yang pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia periode 2005 sampai 2010 itu akan diperiksa dalam kasus skandal Century. Dimana dana sebesar Rp 6,7 triliun mudah mengalir pada bank kecil yang sedang sakit.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]