Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Narkoba
Sambut HUT RI Ke-74 dengan Tertib Berlalu Lintas dan Waspadai Bahaya Narkoba
2019-08-15 16:29:23

Tampak suasana acara penyuluhan 'Pentingnya Ketertiban Berlalu Lintas dan Mencegah Bahaya Narkoba Bagi Pelajar sebagai Generasi Penerus Bangsa dan Negara Indonesia Tercinta'.(Foto: Istimewa)
INDRAMAYU, Berita HUKUM - Mahasiswa Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia menyelenggarakan penyuluhan bertajuk "Pentingnya Ketertiban Berlalu Lintas dan Mencegah Bahaya Narkoba Bagi Pelajar sebagai Generasi Penerus Bangsa dan Negara Indonesia Tercinta", acara ini berlangsung pada Rabu (7/8) lalu menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Menara Air IAI AL-AZIS, yang ditujukan untuk para wali murid dan siswa-siswi Kelas 4, 5, dan 6 SDN Mekarsari, Gantar, Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Seksi Umum Polsek Gantar, Fedi Muhammad Sujai menjelaskan, tentang pengertian lalu lintas beserta dasar perundang-undangan yang mengatur tentang tata tertib berlalu lintas.

"Lalu Lintas adalah pergerakan atau perpindahan suatu orang, barang (kendaraan) ke suatu tempat tertentu. Jadi kalau ibu-ibu atau adik-adik datang kesini dengan berjalan atau mengendarai motor, itu namanya Lalu Lintas, kata Fedi."

"Nah, usai mengerti definisi Lalu Lintas, maka selanjutnya adalah kembali kepada dasar hukumnya, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang Lalu Lintas. Jadi bagi ibu-ibu dan adek-adek kalau ingin tertib maka ikutilah aturan Tata Tertib Berlalu Lintas, jelasnya."

Fedi juga menegaskan tentang peraturan bagi pengendara motor yang wajib memakai helm. "Jangan beralasan helm tidak ada, atau apapun itu, jangan. Karena memang setiap orang membeli motor itu sudah sepaket dengan helm, tegasnya."

Tak hanya menjelaskan tentang tata tertib berlalu lintas saja, dalam penyuluhan yang dihadiri oleh 107 peserta tersebut, Fedi juga mensosialisasikan tentang bahaya Narkoba. Ia menghimbau kepada seluruh orangtua agar lebih mengawasi anak-anaknya dari Narkoba.

"Narkoba dikatakan zat berbahaya karena efek dari Narkoba ialah kecanduan dan sangat sulit bagi para pemuda untuk lepas dari pola komsumsi Narkoba. Kecanduan ini akan terus-menerus yang nantinya akan berakibat pada kematian. Makanya kalau orang sudah komsumsi Narkoba, kerja atau aktivitasnya merasa tenang padahal itu sama saja dengan dopping (nge-fly). Jadi, sebagai orang tua yang baik sudah menjadi kewajiban mengawasi anak-anaknya, jelas Fedi."

Sementara itu, pertanyaan pun muncul dari Warnita, Kepala SDN Mekarsari, yang menceritakan pengalamannya ketika dinas di Bandarwaru. Ia mendapati rekannya bermain lem dan menghisapnya bersama-sama. "Apakah lem termasuk narkoba?" tanya Warnita.

Mendengar pertanyaan tersebut, Fedi pun menjelaskan secara rinci terkait lem. "Kalau pertanyaannya lem itu termasuk Narkoba?, saya jawab tidak masuk pak. Dalam kasus tersebut termasuk penyalahgunaan lem, sama dengan obat batuk komix. Apabila di minum melebihi dosis, itu termasuk penyalahgunaan, jelasnya."

"Seperti morphin, itu ada kegunaannya dengan dosis yang sesuai, cuma kita itu salah menggunakannya. Wajarnya sehari satu sloki, tapi malah sekali minum 3 botol. Pabrik itu jelas dalam membuat produk karena pasti ada keterangan penggunaannya. Banyak terjadi sekarang ini konflik mengenai bahaya Narkoba, ini karena masyarakat tidak memahami tentang Narkoba itu sendiri, jelas Fedi."

Ia juga menyampaikan tentang fleksibilitas berkendara motor di pedesaan atau daerah pinggiran yang disesuaikan dengan izin dari orang tua, terutama dalam hal untuk bersekolah. Mengingat di daerah Mekarsari dan sekitarnya ini terbilang pelosok karena tidak terdapat kendaraan umum.

"Namun tetap dalam berkendara, wajib mengenakan alat keselamatan yaitu helm. Marilah bersama-sama saling mengawasi dan menjaga anak-anak dari zat narkoba atau sejenisnya, tak lupa sebagai masyarakat yang taat hukum untuk selalu tertib berlalu lintas, tandas Fedi."

Dalam penyuluhan ini turut dihadiri oleh Esin (KWP Dinas Pendidikan), Warnita (Kepala Sekolah Dasar Mekarsari), Suwaryo (Wakil Kepala Sekolah), Dani (perwakilan guru SD), Royani (Ketua RT 017), Sarjana (Perwakilan Kuwu), dan Busyeri (Bhabinkamtibmas).(bh/na)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]