Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jakarta
Saluran Dicor, Warga Sulit Bersihkan Sampah
Saturday 16 Feb 2013 15:30:25

Warga Tambora saat membersihkan tumpukan sampah.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Di saat banyak inrit dibongkar karena alasan membuat saluran sulit dibersihkan, di Jl KH Mohammad Mansyur saluran sepanjang satu kilometer dengan lebar dua meter sejak dua tahun lalu justru dicor Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, secara permanen.

Akibatnya, sampah yang menumpuk di saluran itu sulit dibersihkan warga, sehingga dampaknya menebar bau tak sedap bagi warga RW 01, 02 dan 08, Kelurahan Jembatanlima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Rudianto (50) warga RW 08 mengatakan, banyaknya sampah di saluran yang sulit dibersihkan juga membuat tiga RW tersebut kini jadi rawan banjir. Padahal, saluran sepanjang Jl KH Mohammad Mansyur itu merupakan saluran penghubung yang bermuara ke Kali Angke.

“Sejak banjir yang terjadi baru -baru ini membuat sepanjang saluran tersebut dipenuhi sampah. Kami tidak mungkin masuk ke dalam membersihkan sampah, karena selain pengap juga bisa mati karena kehabisan oksigen,” ujar Rudianto, Sabtu (16/2).

Ironisnya, meski sampah jelas-jelas sudah menumpuk di dalam saluran, pihak terkait hingga saat ini belum pernah melakukan pembersihan. “Makanya, ketika banjir tiga RW tersebut terendam hingga satu meter.

Dulu sebelum saluran ditutup secara permanen saluran dapat dibersihkan, dan dulu saat banjir ketinggian airnya hanya sebatas lutut orang dewasa,” terang Rudianto.

Untuk itu, demi meminimalisir banjir di wilayah tersebut, selain melakukan kerja bakti warga juga mengusulkan agar keberadaan penutup saluran tersebut dibongkar dan dibuat penutup yang tidak permanen agar mudah mudah dibersihkan.

Camat Tambora, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya tidak menampik kalau dampak penutupan saluran secara permanen tersebut membuat tiga RW serta Jl KH Mohammad Mansyur kini rawan tergenang.

"Semakin rawannya tiga wilayah tersebut tergenang karena di dalam saluran sangat banyak sampah, hingga saat hujan turun air tidak dapat mengalir, tapi tersumbat dan langsung meluap ke jalan dan hunian warga,” terang Isnawa.

Demi mengurangi sampah pada saluran itu, pihaknya hanya dapat mengangkut sampah yang ada di saluran yang terbuka. Sedangkan di saluran yang tertutup coran, sudah dilaporkannya ke unit terkait untuk dibersihkan.

"Kami sudah sering berkoordinasi dengan unit terkait agar sampah dalam saluran segera dibersihkan. Tapi, nyatanya sampai saat ini tak ada realisasinya,” sesal Isnawa.

Terkait hal itu, Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat, Monang Ritonga, yang coba dikonfirmasi teleponnya sedang tidak aktif.(mon/brj/bhc/rby)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]