Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Munir
Sahabat Munir Aksi Kenang Sewindu Kematian Munir
Friday 07 Sep 2012 16:36:33

Istri Aktivis HAM, Munir, Suciawati (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sahabat Munir melakukan aksi di depan Istana Negara, sebab hingga kini penelusuran kasus kematian aktivis HAM asal Batu, Malang. Munir, belum juga diselesaikan secara tuntas. Dalam aksi Kamis kemarin (06/09) itu, peserta aksi mengelilingi empat topeng Munir serta ditaburi bunga.

Sementara, Istri Munir, Suciwati, gigih memperjuangkan proses hukum, meski kematian suaminya itu telah memasuki masa sewindu. Pasalnya, pemerintah pernah berjanji akan menuntaskan kasus ini.

”Sejak awal Presiden berjanji untuk menuntaskan kasus ini.Kematian Munir adalah sebuah sejarah, tapi ternyata menjilat ludahnya sendiri”, seru Suciwati di depan Istana Negara, Kamis (6/9).

Beberapa aktivis HAM yang bergerak di elemen Parsial menilai, pengungkapan kasus pembunuhan Munir merupakan tanggung jawab bersama, karena sesuai dengan cita - cita Munir untuk menancapkan HAM di Indonesia. Mereka juga menyatakan, pihak berwenang sebaiknya mempublikasikan laporan tim pencari fakta tahun 2005 lalu.(bhc/frd)


 
Berita Terkait Kasus Munir
 
`Lenyapnya` Dokumen TPF Kematian Munir, Umpan Lambung yang Tidak Boleh Diabaikan oleh Presiden Jokowi
 
SBY Merespon Serius, Mempersilahkan Presiden Jokowi Melanjutkan Kasus HAM TPF Munir
 
Hilangnya Dokumen Hasil Penyelidikan TPF Kasus HAM Munir Kelalaian Pemerintah
 
Jalan Munir Diresmikan di Den Haag, Belanda
 
10 Tahun Pelanggaran HAM Pembunuh Munir Belum Terungkap
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]