Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kejari Samarinda
Saat Dikonfirmasi, Kasi Pidum Kejari Samarinda Marah dan Usir Wartawan
2016-06-16 22:57:14

Ilustrasi. Sign board petunjuk nama gedung kantor Pengadilan Negeri Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Lagi-lagi sikap tak terpuji diperlihatkan aparat penegak hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) saat pewarta BeritaHUKUM.com melakukan konfirmasi terkait kasus pencurian yang dilakukan oleh terdakwa Hamdani bin Haran, yang saat ini sedang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, pewarta malah mendapat sikap yang tidak menyenangkan dari Kasi Pidum Kejari Samarinda, Kosasi, SH, yang marah-marah membentak dan mengusir pewarta agar keluar ruangannya, saat pewarta hendak meminta keterangannya, Kamis (16/6).

Sikap arogan yang ditunjukan oleh pejabat Kasi Pidum ketika pewarta menanyakan adanya keluhan dari Herlina (35), ibu dari tiga anak warga Jl. Cipto Mangunkusumo Gg. Tepian Kos, Harapan Baru, Samarinda Seberang karena suaminya Hamdani Bin Haran yang terlibat kasus pencurian 3 buah sepeda motor, yang digiring ke Pengadilan dengan 3 berkas oleh 3 Jaksa Penuntut Umum.

Namun, Jaksa Kosasi awalnya menjawab, hal tersebut adalah bukan urusan kewenangan Jaksa, namun penyidik Kepolisian yang membuat tiga BAP dan Jaksa melanjutkan ke Pengadilan.

"Bukan kewenangan Jaksa, tapi penyidik kepolisian yang membuat BAP, jadi konfirmasi ke penyidik," ujar Kosasi.

Ketika pewarta kembali menyakan, terkait kasus yang sama dengan barang bukti puluhan bahkan ratusan sepeda motor dan hanya dalam satu berkas, dan pewarta saat menyalakan rekaman pada ponsel, Kosasi dengan tinggi dan penuh marah naik pitam mengusir pewarta untuk keluar dari ruangan, karena tidak mau jawabannya di rekam.

"Kalau rekam, keluar, keluar dari sini, keluar!, kalau mau tulis silahkan tulis, kalau keluhan isterinya silahkan lapor ke Aswas," cetus Kosasi penuh emosi.

Saat pewarta hendak meninggalkan ruangannya, Namun, Kosasi lalu menahan dan meminta duduk kembali.

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim Ida Bagus Siwandana yang dikonfirmasi melalui telpon selularnya, pada Kamis (16/6) malam, terkait sikap bawahannya mengatakan dirinya sudah purna tugas.

"Maaf saya sudah purna tugas," ungkap Ida Bagus.

Sementara, Hakim Fery yang menyidangkan terdakwa Hamdani Bin Haran ketika diminta komentarnya, di dampingi Pelaksana Harian Ketua PN Samarinda mengatakan, hal pemberkasan tidak bisa menjawab karena kewenangan Kejaksaan dan kewenangan penyidik. Namun, secara kelembagaan bagian Humas yang bisa menjawab, terang Fery.

Humas PN Samarinda Hakim Joko dikonfirmasi di ruang kerjanya pada, Kamis (16/6), dikatakan terkait kasus pencurian Hamdani, ranahnya Kejaksaan dan Penyidik.

"Bisa saja terjadi kemungkinan loktus dan tempatnya yang berbeda, apa dari waktu dan saat menemukan barang bukti, yang terpenting pidana yang dijatuhkan tidak boleh melebihi ancaman, putusan ditambah 2/3 karena berdasarkan ketentuan hukum, ujar Joko.

sedangkan, saat disinggung mengenai sering ada kasus yang sama dengan satu terdakwa dengan puluhan bahkan ratus barang bukti sepeda motor, dengan hanya satu berkas, Joko kembali menegaskan itu ranahnya kejaksaan dan penyidik.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Kejari Samarinda
 
Besok Senin, Pengadilan Negeri Samarinda Mulai Gelar Sidang Tatap Muka
 
Gelapkan Uang dan Barang Jaminan Rp 1,1 Milyar, Tersangka RJ Pegawai PT Pegadaian Samarinda di Ditahan Kejaksaan
 
Kejari Samarinda Tahun 2022 Menyelamatkan Rp 5 Milyar dan Menangkap 3 Buronan
 
Kejari Samarinda Siap Umumkan Tersangka Kasus Pengadaan Videotron, Setelah Periksa 20 Saksi
 
Kejari Samarinda Musnahkan Barang Bukti Sitaan Kepolisian, BNN dan Balai POM
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]