Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pancasila
SGMI Menyerukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945
Monday 01 Jun 2015 03:12:18

Acara Konferensi Pers Solidaritas Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI) saat di Gedung Margasiswa I PMKRI di Jl. Sam Ratulangie, Menteng, Jakarta Pusat (31/5).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Deklarasi beberapa elemen / organisasi mahasiwa tingkat nasional yang terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Budhist Indonesia (HIKMAHBUDHI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) pada, Minggu (31/5) di Kawasan Menteng, yang merupakan kelanjutan dari embrio SGMI yang sebelumnya telah di diskusikan semenjak 20 Mei 2015 lalu bertepatan dengan momentum hari Kebangkitan Nasional.

Terkait dengan peringatan hari lahirnya Pancasila dan merespon kondisi bangsa terkini, para gabungan beberapa elemen / organisasi mahasiswa PMKRI, HIKMAHBUDI, KMHDI, dan LMND-pun melancarkan deklarasi poros alternatif gerakan mahasiswa dengan nama Solidaritas Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI) saat di Gedung Margasiswa I PMKRI di Jl. Sam Ratulangie, Menteng, Jakarta Pusat (31/5).

"SGMI akan konsisten melawan segala bentuk penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang kian hari semakin menjauh dari semestinya," ujar Lidya Natalia Sartono, mengungkapkan saat deklarasi SGMI di Margasiswa, Jakarta Pusat (31/05).

Lidya Natalia Sartono selaku Ketua Presidium pengurus pusat PMKRI mengungkapkan, "Jauhnya nilai-nilai Pancasila pada tataran Implementasi dikarenakan oleh kultur politik yang mengabaikan musyawarah mufakat, dimana faktor uang masih "memainkan" perannya dalam seluruh hajat politik kita. Politik uang masih menjadi momok yang menghancurkan tatanan demokrasi bangsa," ucapnya.

Sementara, "masalah pangan menjadi polemik bagi bangsa ini, kita gagal mewujudkan kedaulatan pangan. Dimana kita masih bergantung pada impor sejauh ini," ungkap Suparjo, selaku Ketua Umum PP-Hikmahbudi saat konferensi pers ini.

Pada waktu dan tempat yang bersamaan pula, Eka Saputra Ketua Umum PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mengatakan, "Yang mesti menjadi perhatian pemerintahan Jokowi-JK saat ini yaitu mengembalikan kedaulatan energi. Sebagian besar penguasaan dalam bidang energi dikuasai oleh asing," jelas Eka yang nampak merasa pesimis kebijakan yang diangkat oleh Jokowi-JK kian menjauh dari marwah Pancasila. "Penyerahan pengelolaan BBM kepada mekanisme pasar merupakan kebijakan yang liberal, yang dimana bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945," jelas Eka.

Seruan yang akan dikemukakan untuk kedepannya oleh SGMI ini yakni Kembali ke Pancasila dan UUD'45 dengan menjalankan Tri Sakti Bung Karno dan mengajak agar seluruh elemen mahasiswa untuk bergabung dalam gerakan nasional yang terbuka.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pancasila
 
Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]