Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
SBY Terpilih Ketua Umum Partai Demokrat Secara Aklamasi
Wednesday 13 May 2015 00:13:18

Ilustrasi. Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC, terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.(Foto: dok.BH)
SURABAYA, Berita HUKUM - Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih kembali sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat periode 2015-2020. SBY sebagai calon tunggal terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi.

Keterpilihan secara aklamasi tersebut diputuskan oleh Ketua Sidang EE Mangindaan dan disetujui seluruh kader yang hadir di dalam Kongres IV Demokrat. EE Mangindaan didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Amir Syamsuddin dan Syarief Hassan.

"Menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum terpilih DPP Partai Demokrat periode 2015-2020," kata Mangindaan membacakan SK Ketua Umum Demokrat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5).

EE Mangindaan menyebutkan Ketua Umum terpilih otomatis ditunjuk sebagai ketua formatur yang akan menyusun struktural kepengurusan partai selama lima tahun kedepan. Tim formatur terdiri dari tujuh orang yang dipimpin SBY.

Rapat akhirnya diskors sampai pukul 10.00 WIB, Rabu (13/5) besok. "Besok dibahas, komisi-komisi," tuturnya.

Saat SBY terpilih menjadi ketua umum, kader Demokrat langsung memberikan tepuk tangan meriah. Sementara SBY tidak terlihat dalam acara tersebut.

Penetapan secara aklamasi SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat telah diperkirakan sejumlah pihak sebelumnya. Terlebih setelah dua politisi Demokrat yang dikabarkan akan menjadi pesaingnya yakni Marzuki Alie dan Gede Pasek Suardika memutuskan tidak maju dalam bursa ketua umum.

Sedangkan, Marzuki Alie menyatakan tidak maju sebagai calon ketua umum dan menyerahkan dukungannya kepada SBY. dan Langkah Marzuki juga diikuti oleh Gede Pasek.

Sementara, Ketum Partai Demokrat (PD) kembali menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang, tak bergabung ke KMP dan KIH. Meski demikian, SBY menegaskan PD tetap akan berkontribusi maksimal untuk bangsa.

"Sebagai kekuatan penyeimbang dan tidak masuk di KMP dan KIH, PD siap untuk jadi bagian dari solusi, peduli aspirasi rakyat dan beri solusi," kata SBY dalam pidato sambutan di acara pembukaan Kongres PD di Hotel Shangri-la, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5).

Menurut SBY, masalah bangsa hanya bisa diatasi dengan kerja sama kubu-kubu kekuatan yang ada di Indonesia. Masalah bangsa tak bisa diselesaikan sendiri.

"Kebersamaan dan kerja sama adalah keniscayaan," ujar Presiden ke-6 RI ini.(fw/yg/tribunnews/dbs/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]