Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Konferensi Parlemen Asia Afrika
SBY Sampaikan Pidato Kunci pada Konferensi Parlemen Asia Afrika
Sunday 26 Apr 2015 22:56:01

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia yang hadir pada Konferensi Parlemen Asia Afrika di gedung DPR RI Jakarta.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Bertempat di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/4) pagi, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kunci dengan berbahasa inggris tanpa teks selama sekitar 17 menit di hadapan para pemimpin dunia yang hadir pada Konferensi Parlemen Asia Afrika. Konferensi ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan KAA ke-60 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung. Bagi SBY, seluruh rangkaian kegiatan Konferensi Asia Afrika merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kerja sama seluruh negara di Asia dan Afrika untuk menjamin perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Dalam pidatonya, SBY menggarisbawahi 3 hal penting agar bangsa-bangsa Asia dan Afrika memiliki masa depan yang baik. Pertama yaitu, mengurangi kemiskinan secara serius melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan yang baik. SBY mengatakan, selama 60 tahun perhelatan Konferensi Asia Afrika berjalan, angka kemiskinan diakui sudah turun menjadi 20 persen. Dibandingkan pada tahun 1950-an yang mencapai 80 persen angka kemiskinan. Hal penting yang kedua adalah, memelihara dan memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan masing-masing. Sementara yang ketiga yaitu, meningkatkan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia), teknologi dan kewirausahaan untuk menyongsong masa depannya.

“Kemiskinan masih menjadi masalah utama Asia Afrika, termasuk di Indonesia. Di Asia Afrika, 1 miliar penduduk hidup dengan penghasilan di bawah satu dolar Amerika per hari. Banyak yang meninggal karena HIV/AIDS, malaria, dan TBC. Banyak yang merasakan krisis air dan kekurangan pangan. Jawaban untuk ini adalah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan yang berkualitas,” SBY menjelaskan.

Sementara, yang iambil dari akun twitter @SBYudhoyono, pada hari Kamis, (23/4) menuliskan:

"Alhamdulillah, atas permintaan DPR RI, saya ikut berkontribusi dlm penyuksesan rangkaian 60 Tahun Peringatan KAA Bandung. *SBY*

Setelah Konferensi Parlemen Asia-Afrika dibuka Presiden Jokowi, pada sesi berikutnya saya melengkapinya dgn Pidato Kunci.

Sore harinya, di Cikeas, saya menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc & setelah beliau bertemu dgn Wapres JK.

Kami bertukar pikiran ttg solusi yg tepat utk atasi masalah di Timur Tengah, terutama berkaitan dgn konflik di Suriah & aksi-aksi ISIS.

Wakil PM Turki menjelaskan perkembangan situasi di kawasan, serta tindakan yg diambil oleh Turki utk atasi masalah yg amat kompleks.

Atas permintaan WPM Turki, saya juga menyampaikan pandangan & saran-saran saya kpd sahabat saya Presiden Recep Erdogan.

Malam harinya saya terima telepon Presiden Myanmar U Thein Sein utk ucapkan terima kasih atas persahabatan & kerjasama selama ini.

Ketika Myanmar sedang diisolasi oleh Barat, tmsk menerima sanksi & embargo yg berat, Indonesia dinilai tidak pernah menjauh.

Secara pribadi saya terus dorong pemimpin Myanmar utk lanjutkan reformasi & demokratisasi, seraya menjaga keutuhan nasionalnya.

Pada awalnya para pemimpin Barat tidak setuju dgn pendekatan yg kita lakukan (soft power), tetapi belakangan mengakui sebagai tepat.

Dulu, saya lakukan "constructive engagement" dgn Myanmar. Saya minta pula agar masalah Rohingya diselesaikan secara adil & bijak.(fb/sby/bh/sya)


 
Berita Terkait Konferensi Parlemen Asia Afrika
 
SBY Sampaikan Pidato Kunci pada Konferensi Parlemen Asia Afrika
 
Konferensi Parlemen Asia Afrika Setujui Pembentukan Asia Africa Parliamentary Group (AAPG)
 
Kemerdekaan Palestina Jadi Bahasan Khusus Konferensi Parlemen Asia Afrika
 
Setya Novanto: DPR RI akan Gelar Ajang Pertama Konferensi Parlemen Asia Afrika 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]