Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Banjir
SBY Disalami, Jokowi Diteriaki
Monday 21 Jan 2013 00:58:20

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pada wartawan saat mengunjungi kawasan banjir di Bidara Cina, Jakarta Timur, didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Minggu (20/1).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada yang menarik dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke posko banjir di kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta hari ini. Banyak warga yang antusias menyambut orang nomor satu di Indonesia dan DKI Jakarta itu, Minngu (20/1).

Setelah mendengar laporan penanggulangan bencana banjir dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Presiden SBY langsung menggelar rapat terpadu di bawah tenda kecil di depan Gelanggang Olah Raga (GOR) Otista Kampung Melayu, Jakarta.

Setelah selesai, SBY dan rombongan menteri langsung mengunjungi korban bencana banjir yang ditampung di dalam GOR tersebut. Lantas, rombongan melihat kondisi dapur umum serta posko Telkom Group yang dibangun untuk membantu layanan telekomunikasi warga. Rencananya, Presiden dan rombongan akan langsung meninggalkan GOR tersebut. Namun, tiba-tiba Presiden SBY keluar ke jalan, meninggalkan GOR menuju lokasi perumahan warga yang terendam banjir di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).

Presiden SBY dan Jokowi bersama-sama berjalan beriringan melawan arus jalan Otto Iskandardinata (Otista) di depan GOR menuju ke perkampungan di belakang STIS. Pihak keamanan yang tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkesan kerepotan mengatur lalu lintas. Kondisi jalan langsung macet. Para warga yang naik kendaraan pribadi maupun angkutan umum segera berhenti menyaksikan peristiwa tersebut. Banyak warga berteriak dan mengabadikan pemandangan itu melalui kamera ponsel. Suara klakson yang semula ramai dibunyikan, langsung berhenti ketika melihat rombongan Presiden SBY dan Jokowi berjalan di depan warga.

"Pak Jokowi, Pak Jokowi, minta foto dong," teriak warga sambil terus memegang ponselnya. Jokowi yang melihat warga sekitar hanya tersenyum sembari melambaikan tangan, seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Minggu (20/1).

Sementara di depannya, Presiden SBY terus berjalan memimpin rombongan menuju permukiman warga. Sesampainya di Kampung Bidara Cina, rombongan Presiden menyusuri gang kecil menuju Sungai Ciliwung yang airnya merendam permukiman warga. Presiden SBY yang berada di depan langsung menyapa warga dengan bersalaman dan menanyakan kabar dan kondisi rumahnya.

Dalam kunjungannya ini, Presiden SBY ingin memastikan bantuan yang diterima warga bisa diterima dengan tepat. Selain itu, Presiden memberikan instruksi kepada menteri terkait penanganan bencana banjir ke depan. Presiden juga memimpin konferensi pers di pinggir Sungai Ciliwung, persis di belakang rumah warga yang terkena dampak banjir.

Dalam konferensi pers ini hadir pula Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menko Kesra Agung Laksono, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Selepas memimpin konferensi pers, rombongan pun kembali berjalan ke jalan besar Otista. Kembali warga yang rumahnya dilewati rombongan langsung ramai, berteriak memanggil Jokowi dan memotretnya. "Tadi sudah foto Pak Jokowi dan sempat salaman dengan beliau," kata Saodah, seorang warga.

Rombongan Presiden SBY pun langsung dijemput dengan mobil dinas RI 1 yang berada di belakang pom bensin Pertamina di samping STIS. Lantas Jokowi mengikuti di belakang mobil presiden.(kmp/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]