Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Komunikasi
SBY: Tokoh yang Ingin Nyapres, Silakan Bangun Komunikasi
Tuesday 17 Jul 2012 13:55:44

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Ist)
SOLO, Berita HUKUM - Kemarin, Senin (17/07) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidatonya terkait Hari Lahir Ke-78 Pemuda Ansor di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, yang dihadiri 34.000 banser. Dalam pidatonya, Presiden ke-6 RI tersebut menyinggung perihal pemimpin mendatang.

Di tengah-tengah kondisi “kebingungan” calon pemimpin negara yang akan diusung dari partai yang dibinanya, SBY menyampaikan bahwa ia berharap pemimpin (presiden) kelak mampu menjalin komunikasi dengan rakyatnya.

"Saya berharap para pemimpin partai maupun para calon presiden nantinya untuk bisa menciptakan situasi politik yang stabil. Untuk para tokoh yang ingin menjadi calon presiden maupun maupun wakil presiden, mulai sekarang silakan berkomunikasi dengan rakyat untuk menyampaikan program-programnya, biar nanti rakyat yang akan menilai," papar ayah Ibas Yudhoyono itu, Senin (16/7) malam.

Ditambahkannya, bila pemimpin tidak mampu berkomunikasi dengan baik, maka akan berdampak pada banyak hal. Di antaranya, ekonomi dan keamanan. Dari hal itu, menurut pria kelahiran Jawa Timur itu, tentu akan merugikan rakyat.
Selain itu, bagi pejabat-pejabat yang mencalonkan sebagai Presiden, diharapkan tidak melupakan tugas utamanya. (bhc/frd)


 
Berita Terkait Komunikasi
 
• Memperingati Hardiknas, Presiden PKS Desak Pemerintah Gratiskan Wifi untuk Satu RT
 
• Riza Fachrial Ketum Baru RAPI Dorong Kerjasama Internal dan Eksternal
 
• Catatan Singkat; Komunikasi Defensif
 
• Arogansi Gaya Komunikasi (Politik) Jelang Pilpres 2014
 
• KPU Tak Henti Komunikasikan Masalah dengan Bawaslu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]