Artinya, SBY jangan mengganggu atau mengatur-atur Joko Widodo (Jokowi), yang" /> BeritaHUKUM.com - SBY: Tidak Ada Niat Sedikitpun Untuk Mengganggu Jokowi

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
SBY: Tidak Ada Niat Sedikitpun Untuk Mengganggu Jokowi
Saturday 23 Aug 2014 14:14:03

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku hari Kamis (21/8) ini menerima sejumlah pesan yang bernada negatif. Pesan negatif itu berbunyi "SBY dan Partai Demokrat (PD) jangan ngrecoki Jokowi".

Artinya, SBY jangan mengganggu atau mengatur-atur Joko Widodo (Jokowi), yang hari Kamis (21/8) ini sah menjadi terpilih setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terhadap penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya Kamis (21/8) malam, Presiden SBY mengaku mengetahui jika pesan negatif itu juga beredar di sejumlah kalangan.

"Saya tidak paham apa yang dimaksud dengan "ngrecoki" itu. “Tidak ada niat dan pikiran sedikit pun untuk mengganggu Pak Jokowi,” tegas SBY melalui akun twitternya itu.

Presiden SBY mengingatkan, bahwa sewaktu menyampaikan Pidato Kenegaraan, 15 Agustus lalu, ia sudah mengatakan secara moral wajib membantu Presiden Baru.

“Saya dengan senang hati membantu jika memang dikehendaki. Jadi terserah kepada Presiden Baru. Tidak ada pikiran buruk dari saya,” kata SBY.

Menurut SBY, ketika ia menyampaikan niat ingin ikut menyukseskan transisi antara dirinya dengan Presiden Terpilih itu juga niat baik dirinya agar ketika dilantik jauh lebih siap.

Namun ternyata, kata Presiden SBY, ada yang tidak menghendaki hal-hal baik itu terjadi. “Tentu saya harus menghormati. Naluri politik saya jadi bekerja,” tutur SBY.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan RI Tahun 2014, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8) pagi, Presiden SBY berjanji untuk membantu siapapun yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014 – 2019, jika hal itu dikehendaki.

“Ini adalah kewajiban moral saya sebagai mantan Presiden nantinya, dan sebagai warga negara yang ingin terus berbakti kepada negaranya,” kata Presiden SBY ketika itu.

Dalam kesempatan itu, SBY mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih yang nanti disahkan oleh Mahkamah Konstitusi. “Tahun depan, Presiden kita yang baru akan memberikan pidato kenegaraannya di mimbar ini. Saya mengajak segenap bangsa Indonesia, marilah kita bersama-sama mendengarkannya, dan mendukung beliau untuk kebaikan dan kemajuan negeri ini,” pesan SBY.

Menurut SBY, ia juga mempunyai mimpi dan harapan yang indah, yaitu terbangunnya budaya politik yang luhur, dimana para pemimpin Indonesia saling bahu membahu, saling membantu, dan saling mengingatkan demi masa depan Indonesia.

“Saya yakin itulah yang didambakan oleh rakyat Indonesia, dan itulah yang harus kita berikan dengan ikhlas kepada mereka,” tutur SBY ketika itu yang disambut dengan tepuk tangan peserta sidang bersama DPR RI dan DPD RI.

Jadi Penyeimbang

Selaku Ketua Umum PD, SBY menduga pesan bernada negatif yang memintanya jangan ‘ngrecoki’ Jokowi itu karena ada yang menganggap ia dan Partai Demokrat menginginkan posisi politik tertentu jika Jokowi menjadi Presiden 5 tahun mendatang.

“Dengan tegas saya katakan tidak ada niat dan ambisi seperti itu. PD akan independen dan menjadi penyeimbang. Kami tidak haus kekuasaan,” tegas SBY.

Menurut SBY, selama lima tahun mendatang PD akan berbenah dan membangun diri, serta lebih menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.

Diakui SBY, sejumlah kader PD dilobi untuk bergabung ke kubu politik tertentu.” Kami katakan tidak. Jadi tidak ada istilah ngrecoki. Jangan dibalik,” tegas SBY.(ES/setkab/bhc/sya)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
• Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
• Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
• Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
• Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
• 'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]