Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
SBY: Ani Yudhoyono takkan Maju Capres 2014
Thursday 15 Dec 2011 21:28:17

Ani Yudhoyono (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa istrinya, Ani Yudhoyono takkan maju dalam Pilpres 2014 mendatang. Penegasan ini disampaikannya dalam sarasehan Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (15/12) malam.

Menurut dia, masalah ini sudah berulang kali disampaikannya kepada publik. Namun, karena persoalan ini kerap dimunculkan media, dirinya merasa perlu menegaskan kembali. “Jika masih ada yang Tanya, apa Ibu Ani akan maju dalam Pilpres 2014, maka jawaban saya, 100 persen tidak ada niatan untuk itu," tandasnya.

Mengenai capres muda pada 2014, SBY menegaskan bahwa dalam demokrasi, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam Pilpres. Tapi hal ini tentunya asal memenuhi syarat UU dan memiliki kemampuan, dengan begitu mereka berhak untuk maju dalam Pilpres mendatang.

SBY juga menyatakan sikap yang sama dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengenai belum saatnya bagi partai ini gembar-gembor soal Capres 2014. Pada saatnya nanti, Demokrat akan mengumumkan siapa Capres-Cawapres 2014.

"Apakah Demokrat berpasangan dengan parpol lain pada 2014? Atau melangkah sendiri seperti SBY-Boediono saat ini? Atau mendukung salah satu Capres? itu jawabannya nanti. Untuk menjadi Presiden itu harus maunya rakyat, bukan maunya Partai Demokrat," ujarnya.

Pendiri Partai Demokrat ini juga berpesan, agar masing-masing parpol bertindak fair dalam kompetisi meraih kekuasaan di Indonesia. Apalagi saat ini kritik terhadap parpol dan harapan rakyat terhadap parpol makin mengemuka. Untuk itu, ia mengajak agar seluruh keluarga besar Partai Demokrat mendengarkan suara rakyat dan melakukan intropeksi.

Kompetisi meraih kekuasaan secara fair itu, lanjut dia, harus diterapkan saat bersaing meraih posisi internal partai, kompetisi pemilihan di daerah mulai dari Bupati, Walikota, dan Gubernur, pemilihan di lembaga pemerintahan maupun nonpemerintahan hingga Pilpres. “Jangan menunjukan permusuhan. Demokrasi yang matang ditandai dari sisi keterbukaan," imbuhnya.(tnc/wmr)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]