Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Myanmar
Rusuh Komunal, Myanmar Tangkap 44 Orang
Monday 07 Oct 2013 00:29:14

Kerusuhan komunal yang bermula di Rakhine pada 2012 menyebar ke bagian lain di Myanmar.(Foto: Ist)
MYANMAR, Berita HUKUM - Kepolisian Myanmar menangkap 44 orang terkait kekerasan terbaru antara komunitas Buddha dan Muslim, di negara bagian Rakhine.

Polisi tidak merinci berapa warga Buddha dan berapa warga Muslim yang ditangkap. Media Myanmar melaporkan mereka yang ditangkap terdiri dari 42 laki-laki dan dua perempuan.

Mereka sedang menjalani pemeriksaan, terkait dugaan keterlibatan mereka dalam kerusuhan pada 29 September hingga 1 Oktober di kota Thandwe, negara bagian Rakhine.

Media pemerintah Myanmar melaporkan, lebih dari 100 rumah dibakar hingga hangus dan lima orang tewas ketika orang-orang yang marah menyerang perkampungan Muslim, di Thandwe pekan lalu.

Mereka merusak Masjid dan membakar rumah-rumah warga Muslim. Kerusuhan semula dipicu oleh insiden di lapangan parkir, ketika seorang sopir taksi beragama Buddha menuduh seorang pemilik toko beragama Islam memaki-makinya saat berusaha memarkir taksi.

Karena merasa tidak puas dengan cara penanganan kasus oleh polisi, warga Buddha yang marah membakar rumah-rumah milik warga Muslim. Menurut kepolisian Myanmar, sekitar 800 orang terlibat dalam kerusuhan.

Aksi itu tetap berlanjut meskipun daerah yang bergejolak itu dikunjungi oleh Presiden Thein Sein Rabu lalu. Hingga kini beberapa kota di Rakhine masih tegang.

Kekerasan komunal yang pecah di Rakhine pada 2012 menyebar ke berbagai wilayah Myanmar.(bbc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Myanmar
 
• BKSAP Mengutuk Keras Eksekusi Junta Myanmar atas Aktivis Demokrasi
 
• Pengadilan Myanmar Jatuhkan Vonis 4 Tahun Penjara Bagi Aung San Suu Kyi
 
• BKSAP DPR Dorong Upaya Penyelesaian Konflik di Myanmar
 
• Uni Eropa dan Inggris Jatuhkan Sanksi Baru untuk Pejabat Militer Myanmar
 
• ASEAN Harus Punya Visi Baru Akhiri Aksi Brutal di Myanmar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]