Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Ukraina
Rusia Menahan 25 Warga Ukraina
Friday 04 Apr 2014 19:58:45

Puluhan ribu pasukan Rusia masih berada di perbatasan Ukraina.(Foto: Istimewa)
UKRAINA, Berita HUKUM - Agen Keamanan Federal Rusia FSB mengatakan telah menahan 25 warga Ukraina karena dituduh merencanakan serangan teroris pada saat referendum Krimea, bulan lalu. FSB mengatakan mereka merupakan anggota gerakan ultranasionalis dan mempersiapkan serangan di Rusia.

Agen keamanan Ukraina mengatakan laporan media Rusia menyebutkan perintah untuk melakukan serangan seperti itu merupakan "omong kosong".

Ketegangan Rusia dan Ukraina meningkat setelah aneksasi Semenanjung Krimea.

NATO mengatakan Rusia memiliki puluhan ribu di sepanjang wilayah perbatasan bagian timur Ukraina.
Wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg mengatakan mereka yang dilaporkan ditahan FSB termasuk tiga anggota dari kelompok nasionalis Ukraina Sektor Kanan.

Warga Ukraina ini dituduh mengambil foto gerakan pasukan Rusia dan mencoba melakukan kontak dengan elemen ekstremis di Rusia.

Dalam sebuah pernyataan, FSB mengatakan mereka yang ditahan telah membuat rencana serangan antara 14-17 Maret di wilayah Rusia, yaitu Rostov, Volgograd, Tver, Orel, Belgorod, Kalmykia dan Tatarstan.

Sebelumnya, pejabat pemerintah di Kiev menyatakan lebih dari 30 agen FSB terlibat dalam perencanaan operasi melawan protes antipemerintah di Kiev pada awal tahun ini.

Kepala Agen Keamanan Ukraina Valentyn Nalyvaychenko juga mengatakan FSB telah mengirimkan "berton-ton", bahan peledak dan senjata dengan pesawat ke Ukraina.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Ukraina
 
Ribuan Drone Digunakan Perang di Ukraina, Mengapa Fungsinya Begitu Penting?
 
Krisis Pangan, Rusia Buka Opsi Ekspor Gandum Ukraina
 
Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei, Kenapa Tanggal Itu Begitu Penting?
 
Mengapa Indonesia Abstain Saat Rusia Dikeluarkan dari Dewan HAM PBB?
 
Bagaimana Sikap Negara BRICS terhadap Rusia?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]