Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Ruhut Pertegas Anas Harus Mundur Sementara
Wednesday 20 Jun 2012 21:05:09

Ruhut Poltak Sitompul Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP PD (Foto: BeritaHUKUM.com/biz)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Politisi Partai Demokrat (PD), Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Ruhut Sitompul kembali mempertegas, agar Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mundur sementara.

"Untuk itu, sekali lagi saya tegaskan', sebaiknya Anas nonaktif dulu dan fokus menghadapi berbagai dugaan yang ditujukan untuknya,"ungkap anggota Komisi III DPR RI saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/6).

Selain itu, Ruhut juga menilai pernyataan Anas yang menyebut keberhasilan Pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan PD. Menurut Ketua Divisi Kominfo DPP PD ini, pernyataan tersebut malah memperkeruh suasana politik di internal PD.

"Menurut aku ya, tidak sepantasnya Anas berkata seperti itu. Kalau lembaga polling bilang begitu tak apa-apalah. Tapi kalau dia (Anas, red) bilang seperti itu, ini bagaikan menepuk air di dulang, muka sendiri yang basah," katanya.

Karena sebagai ketua umum partai berkuasa, Anas harusnya mendukung pemerintah dengan tindakan nyata, jangan dengan kata-kata karena faktanya elektabilitas PD terus terpuruk.

Lebih lanjut, Ruhut mengingatkan, saat ini Partai Demokrat dalam posisi the rulling party yang tengah mengalami penurunan elektabilitas. "Kalau ketua umum kebanyakan ngomong dan tidak ada tindakan nyata justru makin memperkeruh suasana. Jadi, tidak sepantasnya dia bilang begitu," tungkasnya.

Untuk Menyelamatkan Perolehan Suara

Alasan Ruhut berkata seperti ini tidak lain, untuk menyelamatkan PD. Dalam Pemilu 2014.

Menurut mantan Pengacara senior ini, jika Anas tetap kekeuh menjabat Ketua Umum, maka perolehan suara Partai berlambang bintang mercy ini akan semakin menurun nantinya.(bhc/biz)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]