Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kasus Hambalang
Ruhut: Anas Baru Sadar Siapa Dirinya
Saturday 11 Jan 2014 14:09:51

Ruhut Sitompul saat di acara Rapimnas, Minggu (17/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, ucapan terimakasih mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada Ketua Dewan pembina Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sesaat sebelum di jebebloskan kedalam rutan KPK merupakan pernyataan yang tulus dari Anas setelah menyadari atas kekeliruannya.

"Kita ambil positifnya saja, mungkin Anas waktu menyatakan itu, dia baru sadar, siapa sih Anas, kalau enggak masuk Demokrat, siapa Gede Pasek kalau tidak masuk, apalagi si (TRI) yang dari Cilacap, tapi nyatanya udah kalah beken, itu kan fakta, jadi bersyukurlah dengan Pak SBY. Siapapun akan berterimakasih," kata Ruhut di Cikini, Jakarta pusat, Sabtu (11/01/14).

Menurut Ruhut, Partai Demokrat tidak marah dengan ucapan Anas yang terkesan menyindir Presiden SBY yang notabenenya adalah Ketua Umum Partai Demokrat.

"Tidak, malah aku salut dia begitu tenang, tapi sayang, kesempatan yang diberikan dia, tujuh tahun tidak dimanfaatkan,” tukas Ruhut.

Ruhut mengatakan, SBY merupakan sosok yang tegas yang tidak pernah melindungi para koruptor.

“Kalau memang ada kaitanya dengan korupsi tidak akan dilindungi, Pak SBY tidak akan main-main," ujar Ruhut.

Ketika ditanya apakah Demokrat akan melindungi Ibas Yudhoyono jika diperiksa KPK?

Ruhut mengaku tidak mau berandai-andai. Menurut Ruhut, Ibas sama sekali tidak terlibat.

"Kita nggak baik mengandai-andai. Siapapun tak akan kami lindungi tapi jangan berandai-jangan. Tapi saya katakan Ibas 100 persen nggak terlibat," pungkas Ruhut.(bhc/lt7/dar)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Evaluasi Kinerja BGN Copot Dadan Hindayana
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]