Rudal patriot mulai dikerahkan ke Incirlik, di bagian Tenggara Turki, pada Sabtu pagi, menurut Peter Woodmansee selaku kepala pertahanan rudal Komando Eropa-AS" /> BeritaHUKUM.com - Rudal Patriot AS Telah Tiba di Perbatasan Turki dan Suriah

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Turki
Rudal Patriot AS Telah Tiba di Perbatasan Turki dan Suriah
Sunday 06 Jan 2013 17:15:45

Rudal AS.(Foto: Ist)
TURKI, Berita HUKUM - Rudal Patriot AS telah tiba di Turki pada Sabtu (5/1) untuk "membantu" Turki menghadapi Suriah, demikian AFP melaporkan.

Rudal patriot mulai dikerahkan ke Incirlik, di bagian Tenggara Turki, pada Sabtu pagi, menurut Peter Woodmansee selaku kepala pertahanan rudal Komando Eropa-AS kepada AFP.

"Beberapa pesawat yang mendarat pada pagi yang sangat dini dengan personel dari 3-2 Artileri Pertahanan Udara (ADA) -unit Patriot- juga telah tiba," katanya.

Sementara personel militer dan peralatan AS telah tiba pada hari Jum'at di Pangkalan Udara Incirlik untuk mendukung peluncur Patriot yang dikerahkan NATO atas permintaan Ankara itu.

AS juga akan mengirimkan 400 tentara ke Turki dalam beberapa hari mendatang untuk mengoperasikan dua peluncur Patriot tersebut.

Peralatan-peralatan tambahan yang dibutuhkan akan menyusul melalui laut pada Januari ini.

Pasukan penjajah Amerika akan berpangkalan di Gaziantep, yang terletak 50 kilomoter dari utara perbatasan Suriah.

Pada November tahun lalu, Turki secara resmi telah meminta kepada NATO untuk mengerahkan bantuan militer di perbatasannya dengan Suriah untuk "meningkatkan keamanan," seiring dengan perang di Suriah semakin memanas.(arr/bhc/put)


 
Berita Terkait Turki
 
Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
 
Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
 
Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
 
Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
 
Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]