Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Suap PON Riau
Ruang Kerja Kahar, Novanto, dan Rumah Rusli Zainal Digeledah KPK
Tuesday 19 Mar 2013 16:09:02

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeladehan di beberapa tempat terkait kasus PON Riau. Dua tempat yang digeledah adalah ruang kerja Anggota DPR di Senayan, Kahar Muzakir dan Styo Novanto. Sementara dua tempat lagi adalah rumah dan kantor tersangka kasus ini yaitu Rusli Zainal.

Penggeledahan ini terkait kasus suap pembahasan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2010 tentang perubahan anggaran venue lapangan tembak PON Riau.

Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, Selasa (19/3) mengatakan, hari ini penyidik KPK melakukan penggeladahan. "Memang benar ada penggeledahan terkait PON Riau," ujar Johan Budi.

Tim penyidik yang berjumlah belasan orang itu, kata Johan, menggeledah dua ruang kerja milik Setyo Novanto dan Kahar Muzakir (politisi Golkar). Kedua tempat itu terletak di lantai 12 gedung Nusantara I DPR Senayan, Jakarta.

Penggeladahan ini untuk tersangka tersangka RZ (Rusli Zainal). "Penyidik melakukan penggeledahan, Setya Novanto Anggota DPR Fraksi Golkar, kantor Kahar Muzakir. Selain juga, penyidik PT Findo Muda di Jl. Gandaria Tengah, dan rumah RZ di pulau Panjang di Kembangan Jakarta Baru," terang Johan.

Dalam kasus ini, Kahar Muzakir pernah dimintai keterangan oleh KPK sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi PON Riau.

Sejak ditetapkan tersangka oleh KPK Rusli Zainal sampai saat ini belum pernah diperiksa. Bahkan, ia saat ini masih menjabat Gubernur Riau.

Seperti diketahui, Ketua DPD 1 Partai Golkar itu ditetapkan tersangka sejak 9 Februari 2013. Rusli dikenakan pasal 12 huruf a atau b, atau pasal 5, atau Pasal 11 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Suap PON Riau
 
• Mantan Gubernur Riau Divonis 14 Tahun Penjara
 
• Kahar Muzakir Bantah Ada Pertemuan Dirinya dan Setya Novanto serta Rusli Zainal
 
• Anggota Komisi X DPR Kahar Muzakir, Masih di Periksa KPK
 
• Setya Novanto: Pemeriksaan KPK Tak Ada yang Baru
 
• Legislator Suap PON Riau Divonis 4 Tahun Bui
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]