Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
BBM
Rizal Ramli: Mbak Mega Sabar Pisan, Petugas Partai Bikin Susah Wong Cilik
2022-09-16 07:31:20

JAKARTA, Berita HUKUM - Begawan ekonomi Rizal Ramli membagikan potret yang merekam kedekatannya dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Rizal Ramli memang pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia era Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, Megawati adalah wakil presiden.

"Lihat cantiknya Mbak Mega," tulis Rizal Ramli dalam unggahan di akun Facebooknya, Kamis (15/9).

Dengan nada satire, Rizal menyebut senyum Megawati adalah bukti kesabaran Ketua Umum PDI Perjuangan itu, yang awet hingga saat ini.

Dia menyinggung soal kesabaran Megawati menyikapi kebijakan pemerintah yang dikepalai Presiden Joko Widodo yang tidak lain kader PDIP.

Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Rizal, kebijakan ini adalah ebban ekonomi baru bagi rakyat kecil dan bertolak belakang dengan slogan PDIP dengan menggaungkan membela wong cilik.

"Mbak Mega kok sabar pisan sih? Petugas partai semakin meninggalkan Trisakti dan bikin susah wong cilik dengan naikkan BBM ugal-ugalan," katanya.

Rizal juga menyinggung soal perjuangan Proklamator Ir Soekarno yang pemikrannya selalu menjadi pegangan dari perjuangan PDIP.

"Pikiran-pikiran Bung Karno hanya dijadikan slogan doang," ungkapnya.

Sementara sebelumnya Rizal Ramli juga mengomentari polemik program Bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terkategori miskin, tidak bisa disebut sebagai solusi dari kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Rizal Ramli menuturkan, langkah pemerintah dengan menggelontorkan BLT menjadi kurang tepat, karena dalam penyalurannya juga tidak tepat sasaran.

“Ada masalah soal efektivitas, soal tepat sasaran atua enggak tapi poinnya total nilai BLT itu hanya 15 persen, dari total kenaikan harga BBM yang disedot oleh pemerntah,” ucap Rizal Ramli.

Rizal berpandangan, BLT tidak memiliki manfaat sama sekali untuk rakyat kecil. Sebab, uang yang diberikan sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut RR, BLT yang dibagikan hanya untuk dijadikan alat pemerintahan Joko Widodo untuk kampanye kepada rakyat. Sementara manfaatnya, tambah RR, nyaris tidak ada.

"Karena kan cuman dapatnya Rp 600 ribu dalam empat bulan satu bulan kan dapat Rp 150 ribu, cman Rp 5 ribu perak bagaimana ningkatin,” pungkasnya.(RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait BBM
 
• Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Kasus Pengetap BBM Bersubsidi Ilegal 6 Bulan Penjara
 
• Ratna Juwita Tolak Keras Rencana Pengemudi Ojol Tidak Dapat Subsidi BBM
 
• Legislator Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Bersubsidi Agar Inflasi Terkendali
 
• BPH Migas dan Polri Berhasil Ungkap Kasus Penyalahgunaan Distribusi BBM Subsidi 1,42 Juta Liter
 
• Pemerintah Harus Perhatikan Keluhan Masyarakat Terkait Kualitas BBM Pertalite
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]