Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
AirAsia
Rilis AirAsia QZ8501 Surabaya ke Singapura Hilang Kontak pada 07.24 Pagi
Sunday 28 Dec 2014 15:30:04

@flightradar24: # QZ8501 hilang dari radar 9 jam yang lalu. Masih ada dikonfirmasi information tentang lokasi pesawat.(Foto: Twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Maskapai penerbangan AirAsia yang baru merayakan ulang tahun yang ke #10Tahun pada 7 Desember 2014 lalu, hari ini mendapat musibah, yakni hilangnya pesawat Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC kode QZ8501 tujuan terbang dari Surabaya ke Singapura.

AirAsia Indonesia dengan menyesal mengkonfirmasi bahwa pesawat QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura hilang kontak dengan air traffic control pada pukul 07:24 waktu Surabaya pagi ini. Pesawat ini lepas landas dari bandara Internasional Juanda di Surabaya pukul 05.35 waktu setempat.

Pesawat adalah Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Pesawat ini mengangkut dua pilot, empat awak kabin dan satu orang teknisi.

Captain yang memimpin telah memiliki total 20,537 jam terbang dan 6,053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia, sementara first officer memiliki 2,247 jam terbang.

Di dalam pesawat terdapat 155 penumpang, dimana sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.

Penumpang dan awak kabin berasal dari beberapa negara, yakni:

1. Singapura : 1 orang
2. United Kingdom: 1 orang
3. Malaysia : 1 orang
4. Korea Selatan: 3 orang
5. Perancis : 1 orang
6. Indonesia : 155 orang

Saat ini, tim operasi SAR telah dilaksakan di bawah panduan Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kementerian Perhubungan. AirAsia mendukung penuh pihak otoritas penerbangan dan kooperatif dalam proses investigasi yang tengah berlangsung.

Adapun pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah melalukan perawatan berjadwal terakhir pada 16 Nopember 2014.

AirAsia membuka jalur Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut. Nomor Emergency Call Centre: +622129270811.

AirAsia akan terus merilis informasi lanjutan ketika telah tersedia. Informasi terkini dapat diakses melalui situs www.airasia.com.

Catatan untuk Editor: Kami meminta para media untuk tidak menghubungi nomer AirAsia Emergency Call Centre, mengingat nomer ini hanya diperuntukkan bagi keluarga dan kerabat penumpang pada pesawat tersebut. Media dapat menghubungi +622129270831. Demikian Penyataan Resmi dari AirAsia Indonesia Mengenai Perkembangan Penerbangan QZ8501 yang Hilang Kontak.(aa/bhc/sya)


 
Berita Terkait AirAsia
 
Rilis AirAsia QZ8501 Surabaya ke Singapura Hilang Kontak pada 07.24 Pagi
 
HUT ke-10 AirAsia, Bertajuk 'Ten Awesome Years'
 
Batalkan Penerbangan, AirAsia Dihukum MA Bayar Rp 50 Juta ke Boedi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]