Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Partai Golkar
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
2019-09-18 20:38:00

Diskusi bertema "Menyongsong Kepemimpinan Partai Politik Mengahadapi Pemilu 2024" di Jakarta.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Golkar harus dibenahi secara menyeluruh kelembagaannya. Karena, jika tidak, partai ini akan terus merosot perolehan suaranya dalam setiap pemilu.

Hal itu diutarakan politisi Golkar, Ridwan Hisjam dalam diskusi bertajuk "Menyongsong Kepemimpinan Partai Politik Menghadapi Pemilu 2024" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

"Kedepan, Golkar itu harus dilakukan reformasi jilid II, kapan itu? Munas mendatang," ujar Ridwan.

Ia menuturkan, kebesaran Golkar yang terasa setelah menjadi partai, baru era ketua umum Akbar Tandjung. Setelah itu, perolehan kursi Golkar di DPR terus mengalami penurunan. Hal itu disebabkan Akbar Tandjung memilki gagasan yakni Paradigma Baru Partai Golkar.

Meski demikian, menurut Ridwan, gagasan yang ditelurkan Akbar Tandjung tidak mungkin diterapkan di era sekarang. Sebab, zamannya sudah berubah.

Jika Golkar ingin maju, saran dia, tidak ada alasan lain yakni melakukan reformasi jilid II. Sebab, Golkar saat ini, menurut Ridwan, disibukkan dengan konsolidasi. Padahal, Golkar itu berbicara dan menerapkan doktrin yakni karya dan kekaryaan.

"Reformasi jilid II dimaksudnya membenahi perkaderan Golkar. Kalau nggak ada reformasi jilid II ini, pemilu 2024 turun lagi, prediksi saya separuh turunnya," tandas Ridwan.

Hadir narasumber dalam diskusi tersebut, Margarito Kamis (pengamat politik), dan Iskandarsyah (Etos Institute Indonesia).(tls/bh/amp)


 
Berita Terkait Partai Golkar
 
• Ditanya soal 'Raja Jawa' yang Disinggung Bahlil, Begini Respons Sri Sultan HB X
 
• Munas XI Partai Golkar Digugat ke PN Jakarta Barat,Begini Nasib Bahlil Sebagai Ketum Baru?
 
• Buka Fun Football Pekan Olahraga KAHMI, Bamsoet Tegaskan Capres Golkar Airlangga Hartarto
 
• Henry Indraguna Masuk Daftar Dewan Pakar Partai Golkar Masa Bakti 2019-2024
 
• Henry Indraguna Kini Menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]