Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Sumpah Pemuda
Ribuan Massa Peringati Hari Sumpah Pemuda, Tuntut Mosi Tidak Percaya dan Jokowi Mundur
2021-10-28 15:25:19

Tampak suasana aksi massa di sekitar patung Kuda di sisi utara Istana Merdeka. Jakarta, Kamis (28/10).(Foto: BH mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ribuan massa tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) melakukan demonstrasi digelar mulai dari pukul 11.00 WIB berkumpul di depan Balai Kota sebelah gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) long March menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan, di sisi utara Istana Merdeka. Jakarta, Kamis (28/10)

Sebelumnya, Ketum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan aksi kali ini akan mengevaluasi 2 tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin. Sekaligus bertepatan Hari bersejarah yakni Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober 1928 lalu.

"Dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin di periode kedua ini tentu dirasakan kita sama-sama, tidak hanya kaum buruh di berbagai sektor, terjadi kemunduran kemerosotan yang luar biasa, ini yang kita hadapi," tegas Nining, Kamis (28/10) dilokasi aksi.

Di samping itu. Selain KASBI, elemen buruh yang turut bergabung dalam aksi ini adalah tampak dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi

Di lokasi, berdasarkan pantauan pewarta BeritaHUKUM aksi dibarengi dari dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, jurnalis, perempuan, nelayan, pembela Hak Asasi Manusia (HAM), dan lembaga bantuan hukum.

"Iya, kami akan bergabung," kata Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra.

Nining menjelaskan, dalam aksi kali ini mereka akan membawa sedikitnya 13 tuntutan rakyat antara lain, cabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya. Lalu pemerintah harus memberikan jaminan kepastian kerja dan kebebasan berserikat dengan setop PHK sepihak dan union busting.

"Pemerintah juga didesak untuk menghentikan penangkapan aktivis yang membela rakyat," cetus Nining menambahkan.

Sementara, di lokasi aksi juga telah berkumpul ratusan warga. Aksi tersebut mengatasnamakan 'Aliansi Rakyat Menggugat' , yang mana tergabung di dalamnya Barisan Emak Emak Militan (red: 'BEM' ) , IKB UI (Ikatan Keluarga Besar Mahasiawa Universitas Indonesia), PPMI (Persatuan Pemuda Muslim Indonesia).

Sebutlah, Odih Juanda, sedari perwakilan IKB UI yang mengatakan, "Kami hadir di sini memperingati jasa para pejuang kita yang bisa memproklamirkan bangsa kita. Kami mewakili demi memperjuangkan jangan sampai Kedaulatan Rakyat dibuang, dijual, dan hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk kepentingan kelompoknya," ujar pria paruh baya jebolan Fisip UI angkatan 80 itu.

Di samping itu, Mas Heru Purwanto (ILUNI FHUI 1982) juga menyebutkan, "Kami berjuang demi anak cucu. Ingat, negeri ini ada di bahu kalian," tegas Heru.

Spanduk dilokasi aksi terlihat bertuliskan, "Mosi tidak percaya pada DPR RI dan Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf JOKOWI MUNDUR...!", "Cabut UU Omnibus Law atau Jokowi Mundur", "Presidium BAKERDA - GMNI DKI ",Bebaskan Tahanan Politik","Usir & Lawan Penjajahan Gaya Baru", "Usir TKA Unskill, Gebuk Korupsi, Ganyang Koruptor, Pecat Pejabat Yang Terlibat Pandora Papers,".

Menurut informasi, pihak Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.955 personel gabungan dari TNI, Polri serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawal aksi penyampaian massa dari Aliansi Buruh di Istana Kepresidenan pada hari ini.

Setidaknya, ada 1.955 personel gabungan TNI-Polri dan Pemprov yang dikerahkan, kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto saat dikonfirmasi di Jakarta.

Sedangkan, Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas :

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa penutupan arus lalu lintas di sekitar Kawasan Patung Kuda seperti Jalan Medan Merdeka Selatan masih bersifat situasional.

"Kalau massa membludak kemungkinan nanti akan ada penutupan nanti di sekitar Patung Kuda, Kemudian putaran Harmoni dan di Kedubes Amerika Serikat," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, situasi aksi berjalan kondusif hingga pukul 14.00 wib siang hari. Nampak dua jalur Jalan raya yang ada di Medan Merdeka Selatan, sisi utara Istana Merdeka dipenuhi massa aksi demontrasi memperingati Sumpah Pemuda.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Sumpah Pemuda
 
Ribuan Massa Peringati Hari Sumpah Pemuda, Tuntut Mosi Tidak Percaya dan Jokowi Mundur
 
Peringati Sumpah Pemuda ke-93, Haedar: Hindari Benih-benih Perpecahan!
 
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Anies Tekankan Kebijakan Berkeadilan di Jakarta
 
Sumpah Pemuda Harus Jadi Spirit Generasi Muda
 
UnRas Gerakan Indonesia Memanggil: #ReformasiDikorupsi #DemokrasiDikorupsi #BergerakBersama
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]