Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Kerusakan Hutan
Ribuan Hektar Hutan di Minsel Rusak
Monday 10 Feb 2014 13:52:39

Ilustrasi, kerusakan hutan.(Foto: Istimewa)
AMURANG, Berita HUKUM - Ribuan hektar hutan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) rusak. Hal tersebut berdasarkan data Dinas Kehutan Kabupaten Minsel, saat ini Minsel memiliki kurang lebih 17.931 hektare (ha) hutan dalam keadaan rusak, dari total 52.904,24 ha luas hutan di Minsel. Sementara rusak sangat kritis ada 1.875 hektar, kritis seluas 7.182 hektar (ha) dan ringan 8.920 ha. Bila tidak segera diambil tindakan, dalam waktu 20 sampai 30 tahun ke depan, Minsel bakal dilanda multi krisis.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Minsel Ir Frans Tilaar kepada manadotoday.com.

Dia menjelaskan bahwa, akibat kerusakan hutan, debit air mulai berkurangnya, sehingga ancaman bencana alam meningkat dan terjadinya perubahan iklim secara drastis akibat kehilangan hutan, yang bisa menyusutkan hutan 510 persen per tahun, mulai dari pembalakan ilegal hingga pembalakan legal, pembukaan lahan baru oleh warga, dibukanya kawasan pertambangan di kawasan hutan. Sedangkan faktor non teknis pengurangan hutan karena akibat bencana alam.

”Patut diakui memang banyak warga belum memahami akan pentingnya kawasan hutan, apalagi hutan lindung. Mereka lebih memilih keuntungan dengan menebang pohon tanpa izin. Alam juga turut berperan antara lain oleh abu vulkanik dari semburan gunung Soputan,” ujar Tilaar.

Lanjut Tilaar mengatakan bahwa, pihaknya sudah melakukan upaya mencegah meningkatnya kerusakan hutan, termasuk melakukan reboisasi di lahan-lahan yang kritis.

”Kita menyadari ancaman bencana akibat menyusutnya hutan. Salah satunya, dengan melakukan penanaman atau reboisasi di lahan kritis bekerjasama dengan Pemrov Sulut. Saat ini sudah ada 10 ribu ha yang direboisasi sejak tahun 2004 sampai tahun 2014 ini. Angka tersebut hampir 50 persen dari luasan hutan rusak yang total dari tahun 2003 sampai 17.931 ha,” katanya, sumber yang dikutip dari manadotoday.com.

Dia juga mengakui kalau saat ini, program reboisasi akan terus dilanjutkan di lahan-lahan kritis terutama di wilayah Tenga, Motoling, Tareran, dan Sinonsayang. Program ini, kata Tilaar, sesuai instruksi bupati, seperti penanaman 1 miliar pohon. Dengan memberikan bibit ke seluruh lapisan elemen masyarakat. Dari pelajar, organisasi agama dan masyarakat umum.

Hanya saja, pernyataan dari Kepala Dinas Kehutanan Minsel ini disorot Pemerhati Lingkungan Sanly Lendongan, menurut Lendongan, apa yang dikatakan Tilaar hanyalah angka di atas kertas.

”Faktanya di lapangan kerusakan hutan lebih dari 30 ribu hektar. Sebab kami sanksi dengan data yang dimiliki oleh dinas. Begitu juga dengan luasan yang sudah direboisasi. Mungkin angka 10 ribu itu jumlah yang diproyekkan. Tapi berapa yang benar-benar tereboisasi sampai sekarang, Perlu didata ulang. Perlu diperhatikan, persoalan lingkungan termasuk hutan tidak bisa hanya dipecahkan diatas kertas,” tukasnya.(dav/mtc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kerusakan Hutan
 
MA Vonis PT Merbau Pelalawan Lestari Bayar Denda Rp 16 Triliun atas Perusakan Lingkungan
 
Pemerintah: Pemanfaatan Barang Bukti Kayu, Potensi Modus Baru Pembalakan Liar
 
IDM Desak Perbup dan Perkab Sorong Dicabut terkait Tata Hutan
 
Ribuan Hektar Hutan di Minsel Rusak
 
Rehabilitasi Hutan Agar Lestari
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]