Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
PHI - Hubungan Industrial
Reuters Memilih Melawan Crack di Kasasi
Saturday 20 Oct 2012 17:26:05

Crack:Maleachi Marinsib Palinggi (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Masih ingat perkara Reuters sebuah Pers berbahasa Inggris taraf internasional yang berpusat di Amerika Serikat ini digugat oleh seorang Karyawannya yang bernama Maleachi Marinsib Palinggi atau yang biasa dipanggil Crack sapaan akrabnya. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta telah memenangkan Crak sebagai pihak karyawan. Dengan memerintahkan agar membayar uang kompensasi pesangon sejumlah 90 juta rupian yang diputuskan pada tanggal 4 September 2012, sebagaimana Putusan Perkara No.55/PHI.G/2012/PN.JKT.PST

Sejak dari awal persoalan ini muncul Reuters selalu menuduh bahwa Crak bukanlah karyawan, karena bekerja tanpa kontrak sehingga tidak ada hak apapun bagi Crak. Namun disisi lain putusan pengadilan yang diperiksa oleh hakim Ahmad Rosyidin, S.H, M.H, sebagai Hakim Ketua, Tri Hendro, S.H, M.H dan Sweden Simarmata, S.H sebagai anggota, memutuskan bahwa Crak adalah karyawan tetap, karena sudah bekerja selama 9 tahun berturut-turut sebagai Wartawan Photografer, sehingga layak diberi kompensasi pesangon sesuai UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Reuters masih bersikeras melawan putusan itu dengan mangajukan Kasasi yang baru diterima oleh LBH Pers selaku kuasanya tanggal 10 Oktober 2012 yang dalam Memori Kasasi Reuters mengatakan bahwa Crak bukanlah karyawan, sehingga tidak berhak atas uang pesangon, menanggapi Memori Kasasi yang di buat oleh Kuasa Hukum Reuters, LBH Pers sebagai Kuasa Hukum Krack pada tanggal 18 Oktober 2012 telah memasukan Kontra Memori Kasasi sebagai jawaban atas Memori Kasasi yang dilakukan Kuasa Hukum Reuters. Atas Putusan Perselisihan Hubungan Industrial Perkara No. 55/PHI.G/2012/PN.JKT.PST ini, justru di taggapi oleh Reuters dengan mengajukan kasasi untuk melawan putusan dari pada mengahiri perkara ini dengan membayar komponen pesangon sesuai amar putusan Majelis Hakim perkara ini sebagai hak Crack sebagai pekerja.(bhc/rls/rat)


 
Berita Terkait PHI - Hubungan Industrial
 
Reuters Memilih Melawan Crack di Kasasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]