Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres 2014
Resmi Gabung PBB, MS Kaban: Kita Akan Berikan Posisi Terbaik Untuk Pak Susno
Wednesday 27 Mar 2013 22:25:21

Susno Duadji.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji resmi masuk Partai Bulan Bintang (PBB). Susno pun buka-bukaan alasannya masuk PBB.

"Kami akan menyerahkan kartu tanda anggota kepada Komjen Susno Duadji. Sebenarnya saya dengan Pak Susno sudah cukup lama berkomunikasi dan berkenalan dan kami sudah banyak bantu membantu dalam kasus ilegal logging dan PPATK," kata Ketua Umum PBB, MS Kaban saat menerima Susno di Kantor DPP PBB di Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/3).

Kaban lantas menyerahkan kartu anggota PBB dan memakaikan jaket hijau ke Susno. "Mudah-mudahan dengan kembali dan bergabung di PBB ini menambah semangat dalam menghadapi kehidupan. Pak Susno, selamat datang di PBB," katanya seraya menyalami Susno.

"Saya ucapkan terima kasih kepada PBB, kepada MS Kaban. Beliau waktu saya jadi Kapolda beliau support saya berantas illegal loging. Saya sangat bergembira bersinar-sinar karena saya diterima sebagai anggota PBB," sambut Susno, seperti dikutip dari detik.com.

Susno lantas mengutarakan alasannya gabung PBB. Dia merasa PBB satu perjuangan dengannya.

"Mengapa saya memilih PBB. Satu bahwa partai ini haluan dan garis perjuangannya seirama dan senada dengan apa yang saya perjuangkan selama ini, memperjuangkan kebenaran, keadilan dan memberantas korupsi secara islami. Allahu Akbar!" kata Susno.

Dia lantas mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang memberikan dukungan terhadapnya. Antara lain Ketua Majelis Syuro PBB, Yusril Ihza Mahendra.

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo karena telah mensupport saya masuk PBB. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Yusril," ucapnya.

"Pasti banyak yang tanya, ini kok napi diterima di PBB? Tolong wartawan jangan memperpanjang perkara saya. Semua tahu saya tidak pernah disidik tapi langsung ditangkap.

Kasus PT SAL itu saya yang bongkar jadi mustahil saya ikut, nggak masuk akal," tandas Susno mengutarakan pembelaan.

Kemudian, MS Kaban menjelaskan, Susno yang sedang terlilit korupsi dana penanganan Pilkada Jabar in akan mendapatkan tempat terbaik di PBB. "Nanti kita akan berikan posisi yang terbaik untuk Pak Susno, nanti kita lihat sesuai struktur organisasi yang ada di PBB. Nanti kita lihat lah, jangan terburu-buru, nanti harus bersesuaian dengan beliau," kata Ketua Umum PBB, MS Kaban, saat menerima Susno menjadi anggota PBB di Kantor DPP PBB di Jl. Raya Pasar Minggu KM 18 No. 1B, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/3).

PBB menganggap masalah hukum yang dihadapi Susno telah selesai. Meskipun Susno divonis 3,5 tahun penjara karena korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar dan penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari.

"Persoalan yang dihadapi Pak Susno juga sudah selesai, hambatan-hambatan administratif dari segi korps juga sudah selesai karena beliau purnawirawan jadi sah-sah saja sebagai warga negara menjalankan hak politik beliau," katanya.

PBB punya pertimbangan khusus menerima Susno menjadi anggota PBB. Ada kemungkinan Susno dijadikan caleg PBB.

"Saya kira beliau punya latar belakang pengalaman yang luar biasa ya, dari segi law enforcement, penegakan hukum, saya kira ke depan kita akan sangat mengutamakan persoalan penegakan hukum di Indonesia," ungkapnya.

Apakah PBB tak takut citranya tergoyang kasus yang melilit Susno? "Orang yang teraniaya ini yang harus kita bela. Kalau misalnya beliau terbukti bersalah, jangankan Pak Susno, kalau saya terbukti salah saya siap menerima risiko," kata Kaban.(dtk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]