Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Komisi VIII
Rencana Pemberian Voucher Belanja Jamaah Haji Diminta Dibatalkan
Thursday 06 Feb 2014 16:01:58

Anggota Komisi VIII, Hasrul Azwar.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi VIII DPR RI meminta rencana pemberian voucher potongan harga bagi calon jamaah haji saat di tanah suci ditiadakan. Karena voucher tersebut malah akan mendidik para calon jamaah haji untuk bertindak konsumtif di tanah suci. Hingga akhirnya malah mengaburkan niat ibadah mereka. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VIII, Hasrul Azwar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Direktur Perbankan Indonesia, Rabu (6/2).

“Voucher belanja Mandiri kalau menurut saya itu malah akan membuat nafsu belanja para jemaah semakin menggebu-gebu. Akibatnya, selain akan mengaburkan niat dari ibadah haji itu sendiri, juga akan membuat barang bawaan mereka menjadi over loading saat akan kembali ke tanah air. Padahal sebenarnya barang apapun di tanah suci, di Indonesia juga tersedia,”ujar Hasrul.

Ditambahkannya, akan lebih baik jika voucher belanja itu diganti dalam bentuk hal yang lain, yang lebih membawa manfaat. Apalagi Menteri Agama beberapa waktu yang lalu berencana untuk menghapus sistem transit atau menginap di Jeddah untuk transit dari Mekkah menuju Bandara King Abdul Aziz, konon dalam masa transit itulah yang digunakan para jemaah haji untuk membeli berbagai macam barang di tanah suci.

Menanggapi hal itu tersebut, Wakil Dirut Mandiri, Abdul Rachman mengatakan bahwa sebenarnya gagasan rencana pembuatan voucher tersebut berasal dari Kementerian Agama sendiri, untuk membuat sesuatu yang lain dari biasanya sebagai salah satu bentuk service atau pelayanan kepada calon jemaah haji. Namun jika kemudian hal tersebut akan berdampak kurang baik bagi jemaah haji seperti yang diungkapkan anggota Komisi VIII, maka ia bersama Kementerian Agama akan mengkaji ulang rencana tersebut.

“Awalnya ide tersebut dari Kementerian agama sendiri yang meminta sesuatu yang lain untuk jamaah haji. Namun jika memang membawa dampak negatiftentu kami sependapat dengan Komisi VIII untuk meninjau ulang rencana tersebut,” jelas Abdul Rachman.(ayu/dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait Komisi VIII
 
• Data Kemiskinan di Indonesia Belum Akurat
 
• Program KUBE Butuh Penasihat Usaha
 
• Anggota Komisi VIII Tidak Puas Kinerja Kementerian Agama
 
• Pemerintah Perlu Evaluasi Program Bantuan Masyarakat Miskin
 
• Komisi VIII Kecewa pada Kementerian PP & PA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]