Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Aceh
Rebut Pistol, Polisi Aceh Tewas Ditembak Bandar Narkoba
Thursday 26 Mar 2015 03:04:12

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
ACEH, Berita HUKUM - Anggota Polres Pidie, Bribda Said M Riza ditemukan tewas di Gampong Pulo Ie Bengga, Kecamatan Tangse pada, Rabu (25/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Bripda Said M Riza ditembus peluru di bagian rusuk sebelah kiri menggunakan Senpi laras pendek. Hingga kini, jasad Bripda Said M Riza masih divisum di IGD Tgk Chiek Di Tiro RSU Sigli dan belum adanya laporan resmi dari pihak kepolisian.

Menurut informasi yang diterima pewarta BeritaHUKUM.com pada, Rabu (25/3) sekira pukul 13.45 Wib anggota Sat Resnarkoba Polres Pidie melakukan penyergapan dengan bertransaksi Narkotika jenis Ganja bertempat di depan SMP Beungga Gp.Beungga Kec.Tangse Kabupaten Pidie. Pada saat pihak Kepolisian melakukan upaya Undercoper Buy, yaitu Brigadir T.Khairul Akmal dan Bripda Sayed Muhammad Reza sedang bertransaksi dengan tersangka, lalu pada saat tim kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka, tersangka melakukan perlawanan dan merebut senjata api dari tangan aparat Polisi lalu menembak Bripda Sayed Muhammad Reza pada bagian punggungnya.

Kemudian tersangka melarikan diri, saat ini pihak Kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka, sedangkan korban Sdra Bripda Muhammad Reza langsung dilarikan ke RSU Sigli untuk mendapatkan pertolongan, namun korban tidak bisa diselamatkan (meninggal dunia). Bripda Said M Riza tercatat sebagai warga Gampong Teungo, Kecamatan Simpang Tiga, kabupaten Pidie.

Sementara, dr Safwan, SpM direktur RSU Sigli pada, Rabu (25/3) mengatakan, Bripda Said M Riza terkena peluru di bagian rusuk kiri. “Saat ini jasad korban harus dironsen, karena peluru tersangkut di tubuh korban,” kata Safwan.

Sedangkan, Kapolres Pidie, AKBP Muhajir, SIK, MH saat di konfirmasi mengatakan, dirinya belum mengetahui karena mengikuti Rapim Polda Aceh di Lhoksumawe. “Saya lagi pulang ke Sigli,” kata Kapolres Muhajir.(bh/srb/syd/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]