Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh Timur
Ratusan Mantan Tapol Napol Aceh Timur Tak Tersentuh Bantuan
Thursday 06 Nov 2014 22:35:11

Jurubicara Tapol-Napol Aceh Timur Amiruddin (32) didampingi mantan Napol Ridwan A.Salam (50) saat di temui awak media ini pada, Rabu (5/11) di salah satu tempat di Kota Perlak, Kabupaten Aceh Timur.(Foto BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Ratusan mantan tahanan Politik (Tapol) dan nara pidana politik (Napol) dari tahun 1991 hingga pasca penandatanganan MoU Helsinki tidak pernah merasakan bantuan dari pemerintah Aceh. Hal itu di sampaikan Ridwan A Salam (50) warga Desa Alue Bu Jalan kecamatan Perlak, Rabu (5/11) di salah satu Warkop di Kabupaten Aceh Timur.

Pada awak media ini Ridwan menyebutkan, "saya mantan narapidana politik dengan no pokok perkara 119/BID-3/2004/PN-IDI, saya di jerat dengan pasal 164 KUHP terkait makar, saya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Langsa dengan No register B IIB No 35/2004, sudah Sembilan (9) tahun di tanda tangani perjanjian damai antara GAM & RI belum menerima bantuan dari pemerintah.

Lanjut Ridwan lagi, bukan hanya dirinya yang belum pernah menerima bantuan seperti yang tertuang dalam perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI, ratusan Tapol Napol lainnya di Aceh juga diduga mengalami nasib yang sama, dia juga menyebutkan penangkapan ayah mertuanya M Ali Yusuf (52) saat pulang dari melaut, "pada tanggal 30 Maret 1991 lalu yang di tahan di salah satu tempat di Idi Rayeu, setelah itu di serahkan ke salah satu pos aparat di Perlak, kemudian pada tanggal 1 April 1991 sekitar pukul 06:30 WIB mayat almarhum M. Ali Yusuf (mertua saya) di temukan tersandar di sebuah pintu toko di Kota Perlak dengan leher terikat tali nilon dan tangan bekas ikatan," ujar Ridwan.

"Semenjak saat itu kebutuhan hidup keluarga almarhum M. Ali Yusuf terlontalonta tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah Aceh, yang notabene nya mereka itu dari kalangan mantan Gerakan Aceh Merdeka," jelas Ridwan.

Sementara juru bicara Tapol Napol Kabupaten Aceh Timur Amiruddin (32) warga Peudawa pada, Rabu (5/11) juga hal yang sama, menurutnya sudah 9 tahun MoU Helsinki di tandatangani, "belum ada butir butir perjanjian itu yang di jalankan pemerintah Aceh, padahal dalam perjanjian tersebut sudah sangat jelas mengatur tentang hak Tapol Napol Aceh, dulu kami pernah di janjikan akan di berikan lahan untuk bertani, tapi lahan tersebut hingga kini belum kami terima, 'ujar Amiruddin.

Amiruddin menyayangkan sikap Pemerintah Aceh saat ini yang tidak perduli dengan butir butir MoU Helsinki, padahal pada poin 3.2.5 hurup B sudah sangat jelas, "di situ tertulis semua tahanan politik yang memperoleh Amnesti akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apa bila tidak mampu bekerja, tapi mana, sudah 9 tahun Aceh Ini damai kami belum merasakan bantuan apapun dari pemerintah Aceh, saat ini ada 397 Tapol-Napol Aceh Timur yang sudah terdaftar," sebut Amiruddin.

Amiruddin sendiri Tahanan Politik yang mendapatkan Amnesti (pengampunan) dari pemerintah Republik Indonesia pasca penandatangani Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Free Aceh Movement, (Nota kesepahaman antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helxinki.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh Timur
 
Kejati Aceh Tetapkan Mantan Bupati Aceh Timur Sebagai Tersangka
 
Camat Idi Tunoeng Lantik Nurdin Jalil Jadi Imum Mukim Kota Baro
 
Kemenag Aceh Timur Memperingati Maulid Nabi dan Temu Pisah Kakankemenag
 
KSDA Aceh Timur Santuni Balita Penderita Lumpuh Layu dan Hidro Sefalus
 
LSM, Ormas Minta Kajati dan BPKP Aceh Periksa Dugaan Gratifikasi Sekda Aceh Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]