Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Kemarau
Ratusan Ekor Sapi Mati Akibat Kekeringan
Saturday 25 Oct 2014 16:04:21

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
KUPANG, Berita HUKUM- Ratusan ekor sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), mati akibat kekeringan yang parah musim kemarau saat ini.

Salah seorang anggota DPRD NTT asal kabupaten Timor Tengah Selatan, Jefry Unbanunaek, menjelaskan bahwa ternak sapi yang mati itu bersumber dari bantuan pemerintah pusat kepada sejumlah kelompok masyarakat.

"Saya melihat langsung ternak-ternak sapi yang mati itu saat melakukan kunjungan kerja ke Timor Tengah Selatan untuk mensosialisasikan sejumlah Perda produk pemerintahan NTT," katanya.

Dampak kekeringan tahun ini sangat dirasakan, sehingga hewan-hewan di padang penggembalaan yang telah kehabisan pakan akhirnya harus mati.

Jefry yang juga Ketua Fraksi Keadilan dan Persatuan DPRD NTT itu meminta Dinas Peternakan Kabupaten TTS untuk segera mendatangkan pakan dan air ke Desa Salbait, Kecamatan Molo Barat.

Sementara, Ketua kelompok Moenmese, Melki Batu, Kamis (23/10) mengatakan, bantuan yang didapat kelompoknya yakni sebanyak 110 ekor sapi dengan rincian 100 ekor betina dan 10 ekornya jantan.

“Dari 110 ekor sapi, sampai saat ini yang hidup hanya 67 ekor saja karena yang lain mati, karena kita di sini kesulitan air dan pakan ternak. Untuk mendapatkan pakan ternak, kita harus cari daun di tengah hutan yang jaraknya dari kandang sapi sekitar 5 kilometer. Sedangkan untuk air, yang tersedia hanya satu embung saja, itu pun jaraknya sampai 7 kilometer,” jelas Melki.

Selain kurang pakan dan air, lanjut Melki, matinya sapi tersebut disebabkan kondisi sapi yang tidak sehat saat didistribusikan. Melki menyatakan peternak hanya bisa mempertahankan kehidupan ternak, namun tidak bisa melakukan penggemukan. Seharusnya, kata dia, pemerintah memiliki perencanaan agar bantuan ternak ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Kalau bisa, pemerintah jangan tidak diam dengan keberadaan kami anggota kelompok yang ada saat ini. Kami minta dinas terkait segera menindaaklanjuti kasus ini agar sapi yang sisa bisa diselamatkan, secara otomatis menyelamatkan anggota kelompok," ujarnya.

Sementara itu anggota kelompok Tafenat Monit, Jumina Manbait mengaku, dari 110 ekor sapi yang diterima oleh kelompoknya, sebanyak 50 ekor telah mati akibat kurangnya pakan, air dan juga penyakit.

"Kami susah dengan kondisi saat ini karena pengawasan oleh pemerintah tidak ada. Kami merasa berjuang sendiri sehingga sangat terbebani," keluh Jumina.
(Antaranews/kompas/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kemarau
 
Kekeringan dan Kelaparan di Somalia, Lebih dari 110 Orang Tewas
 
Sekitar 330 Juta Orang di India terkena Dampak Kekeringan
 
Ratusan Ekor Sapi Mati Akibat Kekeringan
 
Kemarau Basah Mei Sampai Agustus
 
Kemarau di Jakarta Diprediksi Hingga April Mendatang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]