YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menolak rencana program tol laut pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ini jika tol laut tersebut nanti dihubungkan dengan China. Sultan HB X mengungkapkan alasannya. Apa saja?
"Sebagaimana ide yang dibuat Pak Jokowi untuk membangun tol laut, Cina juga mempunyai tol laut Cina dan mengusulkan supaya tol laut Indonesia di-merge-kan dengan dengan tol Cina. Saya tidak pernah setuju kalau tol laut Cina di-merge-kan dengan tol laut Indonesia," kata Sultan HB X.
"China itu bikin tol laut untuk menjual produknya secara global. Ya sudah kalau sampai di-match-kan dengan China kita hanya jadi konsumen, dan itu hanya memudahkan distribusi mereka. Jangan mau kalau di-match-kan dengan China," kata Sultan, usai bincang-bincang bersama KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan aparat pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, dan tokoh pemuda se-DIY, Senin (20/4).
Menurut dia, sebaiknya Jokowi membuat tol laut hanya untuk lingkup nasional. Jangan sampai dihubungkan dengan China.
"Yang saya tolak adalah jangan mau di-match-kan dengan China. Kalau mau kompetitif ya Indonesia bangun di Belitung. Kalau untuk distribusi nasional jadi bangun hubungan, dan untuk impor di Belitung atau Rupat, barat dan timur."
Selanjutnya, kata Sultan, kapal dari asing hanya berhenti di Belitung, dan untuk distribusi dilakukan oleh tol laut atau kapal Indonesia sendiri. Sultan berharap warga Yogya khususnya memiliki kesadaran mempertahankan jati diri bangsa.
"Kita terlalu lama dininabobokan orang asing. Saya berharap dari Yogya kita harus jadi benteng dan spirit bagaimana bangsa kita mempertahankan identitas diri, tapi tetap bisa survive di dunia global. Jadi bukan hanya masuk sangkar emas, tapi untuk survive dalam sangkar emas itu," ujar Sultan.
Menurut Sultan, yang terjadi di bumi nusantara ini sudah 2.000 tahun bangsa ini dijajah, bukan 350 tahun. "Apapun yang masuk ke nusantara, impor dari generasi ke generasi. Dulu masyarakat etnik, sekarang bangsa Indonesia diserahkan kepada bangsa lain untuk membangun, bangsa Indonesia dimasukkan ke dalam sangkar emas," ungkap Raja ke X Keraton Yogyakarta ini.
Sultan menegaskan, sudah saatnya bangsa ini bisa menatap masa depan dengan membangun kearifan lokal. Bangsa Indonesia harus punya keyakinan untuk kompetitif dengan bangsa lain dan maju bersaing.
KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sependapat dengan Sultan HB X, gotong royong dan kearifan lokal benar-benar membentengi masyarakat dari segala macam ancaman.
"Ancaman sekarang itu lewat berbagai kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari kehidupan rumah tangga dan seterusnya. Bangsa kita sudah diikat oleh aturan bangsa lain, karena bangsa kita kaya. Kekayaan sumber daya justru menjadi petaka bagi negara lain. Karena itu jangan sampai kekayaan kita justru menjadi petaka," ujarnya.
Sementara, puluhan investor sudah menyatakan kesiapannya berinvestasi triliunan dolar untuk sektor infrastruktur. Salah satu infrastruktur yang dibidik adalah pengembangan tol laut. Untuk sebuah investasi tol laut, dibutuhkan dana sekira US$700 miliar, jelas Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo saat mendampingi Presiden Joko Widodo dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, dalam "Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri 2014" beberapa waktu lalu di Jakarta.(dbs/one/viva/ROL/bh/sya) |