Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Perempuan
Radio Komunitas Marsinah FM, Perempuan Mahardhika, dan FBLP Akan Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan
Friday 16 Nov 2012 22:50:20

Kepala Komunitas Radio Marsinah FM, Dian Septi Trisnati.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah tiga Polisi biadab Diraja Malaysia ditahan terkait pemerkosaan terhadap buruh Migran Indonesia, kecaman terhadap aksi biadab ketiga Polisi tersebut juga berdatangan dari pejabat kementrian terkait di Indonesia. Bahkan, Kepolisian Republik Indonesia telah bekerjasama dengan Kepolisian Diraja Malaysia untuk menyelidiki kasus pemerkosaan Buruh Migran Indonesia oleh tiga oknum Polisi biadab Negeri Jiran itu.

Besok, Sabtu (17/11) Komunitas Radio Marsinah FM (Dian Septi Trisnanti), Perempuan Mahardhika, dan Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP), akan menyerukan aksi mengecam perbuatan biadab terhadab Buruh Migran Indonesia dengan melakukan aksi moral dan dukungan penuntasan kasus biadab tersebut. Serta mereka juga akan mengajak semua masyarakat untuk mendukung dan ikut serta dalam aksi melawan kekerasan terhadap kaum perempuan itu.

Aksi ini, pertama akan dimulai di depan Kedubes Malaysia pada Sabtu besok pukul 10:00 WIB s/d selesai. Aksi ini merupakan pernyataan politik kemarahan Buruh Perempuan Indonesia atas pemerkosaan yang dialami Buruh Migran perempuan Indonesia di Malaysia baru-baru ini.

Dan, aksi kedua akan diselenggarakan pada tanggal (25/11), sekaligus dalam memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dalam melakukan orasinya nanti, dalam statement yang sudah mereka buat, mereka akan menyerukan, "tangkap, adili, penjarakan pelaku pemerkosaan Buruh Migran Indonesia di Malaysia. Dan lawan perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan di rumah, di tempat kerja, di jalanan, di luar negeri, dan dimanapun juga".

FBLP juga akan mengundang seluruh kawan-kawan buruh, guna untuk menujukkan kedaulatan dan kepedulian terhadap nasib sesama anak bangsa. Karena, kehadiran mereka merupakan suatu sikap untuk menolak tindakan sewenang-wenang terhadap perempuan Indonesia.

Demikian rilis yang diterima pewarta BeritaHUKUM.com dari Dian Septi Trisnanti, dan Dian Novita.(rls/bhc/put)


 
Berita Terkait Perempuan
 
• Susi Pudjiastuti dan Sejumlah Tokoh Perempuan Kritik Keras Pernyataan Mahfud
 
• Cerita Penari Perempuan 106 Tahun Menolak Disebut 'Tua', Masih Rajin Tulis Buku dan Bikin Film, Apa Rahasianya?
 
• Kelompok Kerja Desa Damai, Wahid Foundation Gelar Training Akses Perempuan terhadap Keadilan
 
• Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
 
• Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]