Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
KTT D8
RI, Iran, Turki, Mesir Sepakati Tiga Penyelesaian Suriah
Friday 23 Nov 2012 00:57:13

Presiden Susilo Bambang Yudhoyuno.(Foto: Ist)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Kekerasan di Suriah juga mendapat perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8. Indonesia bersama Iran, Turki, dan Mesir telah melakukan pembahasan untuk mencari solusi dan dicapai tiga kesepakatan.

"Indonesia sejak awal ingin berkontribusi nyata untuk mengakhiri konflik di Suriah ini," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain keterangan persnya di Hotel JW Marriott, Islamabad, Pakistan, Kamis (22/11) malam.

"Saya sudah bicara dengan Sekjen PBB, Rusia, Amerika Serikat, negara Eropa pemilik hak veto di PBB, dan pihak lain. Saya juga mengeluarkan statement agar Dewan Keamanan PBB dapat melakukan sesuatu agar kekerasaan di Suriah bisa dihentikan, tapi nyatanya belum terjadi," Presiden SBY menambahkan.

Dalam KTT D8 yang berlangsung hari ini, Presiden SBY melakukan tukar pikiran dengan pemimpin dari negara-negara yang paling berkepentingan dan dekat dengan Suriah, yaitu Turki, Iran, dan Mesir. "Kita mencari solusi terbaik yang bisa kita klakukan," Presiden menjelaskan.

Dalam pembicaraan dengan Iran, Mesir, dan Turki tersebut dicapai tiga kesepakatan. Pertama, kekerasan dan pertumpahan darah di Suriah harus segera dihentikan. "Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian setelah terjadi gencatan senjata," ujar SBY.

Kedua, perlu mengirimkan bantuan kemanusaian dan Indonesia siap menggalang kerja sama tersebut.

Kesepakatan ketiga adalah harus ada transisi kekuasaan, transisi politik menuju terbentuknya pemerintahan yang baru.

Indonesia siap memainkan peran yang aktif untuk mencari cara mengakhiri kekerasan di Suriah. "Bagi Indonesia, bukan soal pemerintah yang sah atau oposisi, tapi kalau dibiarkan terus, Suriah sebagai bangsa dan negara bisa terancam eksistensinya," Presiden SBY menegaskan.(fbw/pdn/bhc/opn)


 
Berita Terkait KTT D8
 
• RI, Iran, Turki, Mesir Sepakati Tiga Penyelesaian Suriah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]