Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Sewa Pesawat Merpati
Putusan Bebas Hotasi Nababan Belum Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap
Friday 22 Feb 2013 17:52:55

Wakil Jaksa Agung, Darmono saat ditanyai para wartawan, Jumat (22/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang telah membebaskan terdakwa Hotasi Nababan mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, ternyata masih menuai berbagai pertanyaan hingga saat ini.

Ditemui para wartawan Wakil Jaksa Agung, Darmono mengungkap bahwa sebenarnya pihak Kejaksaan Agung masih pikir-pikir.

"Kan masih ada tenggang waktu pikir-pikir dalam beberapa hari ini. Apa yang akan kita lakukan sesuai dengan ketentuan hukum," kata Darmono, Jumat (22/2).

Adapun langkah Kejaksaan Agung kedepan dalam kasus ini akan menempuh langkah kasasi.

"Bahwa putusan bebas itu kan kita harus, membuat melakukan upaya hukum kasasi, ya kasasi tentu kita harus membuktikan bahwa putusan itu bukan merupakan putusan bebas, tapi adalah putusan lepas dari segala tuntutan hukum. Tapi mestinya kan memang, perbuatan kan terbukti," terang Darmono.

Senada dengan Wakil Jaksa Agung Darmono, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Andhi Nirwanto mengungkapkan bahwa putusan bebas Hotasi Nababan belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

"Putusan bebas Hotasi kan Jaksanya pikir-pikir, pikir-pikir kan nanti ada waktunya, yang pertama ya kita hargai, kita hormati putusan pengadilan, kan tidak mudah putusan itu, artinya apa, itu pun beda pendapat, ada yang sepakat dengan kejaksaan, bahwa ada yang tidak sepakat itu hal yang biasa, itu pun (putusan bebas) belum mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Andhi Nirwanto usai shalat Jumat.

Sementara itu ditemui sore tadi Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengatakan menghormati keputusan pengadilan.

"Kita menghormati putusan pengadilan, masak mesti asal orang diadili harus dihukum," kata Amir kepada Pewarta BeritaHUKUM.com di Gedung Kementerian Hukum dan HAM.

Seperti diketahui Hotasi Nababan dalam dakwaan Jaksa, dituntut 4 tahun dan denda Rp 500 juta karena dianggap menyalahgunakan wewenang terkait sewa pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500, yang diancam pidana pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Sewa Pesawat Merpati
 
Masa Pengajuan Kasasi Hotasi Hampir Habis
 
Ajukan Kasasi Hotasi, Kejagung Tunggu Salinan Putusan
 
Putusan Bebas Hotasi Nababan Belum Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap
 
Hotasi Nababan Diputus Bebas, Fitra Minta KY Turun Tangan
 
Mantan GM Merpati Jadi Tersangka Korupsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]