Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Puncak Merapi Diguyur Hujan, 3 Truk Terjebak Banjir Lahar Dingin
Saturday 09 Mar 2013 23:14:17

3 Truk yang Terjebak Banjir Lahar Dingin Merapi.(Foto: Ist)
JATENG, Berita HUKUM - Hujan deras di kawasan puncak Merapi pada Jumat (8/3) sore hari ini menyebabkan sebagian besar sungai yang berhulu di Merapi terjadi banjir lahar dingin. Tercatat Kali Pabelan, Blongkeng, Putih, Batang, Lamat, Krasak, dan Bebeng terjadi banjir lahar dingin.

Banjir lahar dingin yang terjadi relatif tidak besar seperti yang terjadi pada 13 Februari 2013 lalu. Tinggi banjir sekitar 50-100 cm dengan lebar 20-30 meter. Banjir lahar dingin tersebut menyebabkan 3 truk terjebak di sungai Bebeng Srumbung, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Evakuasi terhadap truk sedang dilakukan.

Kondisi kawasan puncak Merapi masih tertutup awan gelap dan dimungkinkan terjadi hujan deras. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai karena berbahaya dari ancaman banjir lahar dingin susulan. Saat ini masih terdapat 70 juta meter kubik material vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi 2010 lalu yang masih mengendap di atas Merapi.

Endapan material vulkanik tersebut sebagian besar menumpuk di lereng Selatan dan Barat Gunung Merapi. Jika terjadi banjir lahar dingin maka material vulkanik berupa pasir dan batu-batu besar akan meluncur ke Selatan melalui wilayah Sleman Yogyakarta dan ke Barat melalui wilayah Magelang Jawa Tengah.

BNPB dan BPPTK telah melakukan foto udara lidar dengan resolusi tinggi dan menambah peralatan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi bahaya banjir lahar dingin. BPBD Magelang, BPBD Jawa Tengah bersama aparat lain terus melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Tadi dari sensor cuaca terdeteksi intensitas hujan di puncak Merapi mencapai 110 milimeter dan akibatnya beberapa sungai yang berhulu di Merapi terjadi aliran lahar dingin," terang Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Sleman saat ditemui di Bronggang, Cangkringan, Sleman, Jumat (08/03).

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Dr Sutopo Purwo Nugroho mencatat lahar banjir dingin terjadi di Kali Pabelan, Blongkeng, Putih, Batang, Lamat, Krasak, dan Bebeng. Banjir lahar dingin relatif tidak besar seperti yang terjadi pada 13 Februari 2013 lalu. Tinggi banjir sekitar 50-100 cm dengan lebar 20-30 meter.

"Banjir lahar dingin tersebut menyebabkan 3 truk terjebak di sungai Bebeng Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Evakuasi terhadap truk sedang dilakukan," kata Sutopo melalui siaran persnya, Jumat malam.

Menurut Sutopo, kondisi kawasan puncak Merapi masih tertutup awan gelap dan dimungkinkan terjadi hujan deras. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai karena berbahaya dari ancaman banjir lahar dingin susulan.

Saat ini, menurutnya, masih terdapat 70 juta meter kubik material vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi 2010 lalu yang masih mengendap di atas Merapi. Endapan material vulkanik tersebut sebagian besar menumpuk di lereng selatan dan barat Gunung Merapi.(bnpb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]