Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Longsor
Puluhan Warga Cililin Tertimbun Tanah Longsor
Monday 25 Mar 2013 13:16:02

Evakuasi korban longsor di Cililin, Senin (25/3).(Foto: Relawan_RZ)
CILILIN, Berita HUKUM - Sebanyak puluhan warga berbagai usia diduga tewas tertimbun longsoran Bukit Nagrog yang terletak di RT 04 RW 07 Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu malam (24/3).

Dalam peristiwa itu, ikut juga tertimbun sedikitnya 23 rumah dan satu sekolah dasar, yakni SDN Budiwaluya. "Kejadian sekitar jam 23:00 WIB semalam waktu hujan deras, tebing atau bukit yang letaknya di atas perkampungan tiba-tiba longsor," ujar Dadan, perangkat Desa Mukapayung di kantornya, Senin (25/3). "Laporan ke aparat desa baru masuk lepas tengah malam karena lokasi longsor yang agak jauh terpencil," tambahnya.

Dari data kantor Desa Mukapayung, sedikitnya 27 warga dilaporkan tertimbun. "Dari informasi yang kami dapat baru lima yang berhasil dievakuasi yaitu Agus, 7 tahun, Tedi (12), Adit (5), Fitri (5), Tika (25)," kata Dadan.

Adapun sekitar warga lainnya yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun adalah Oman, 60 tahun, Ohan (50), Pepen (40), Rohmat (37), Andiana (27). Selain itu Asep (40), Nuh (45), Aep (42), Aam (38), Manah (90), Entis (42), Teten (35), Cecep (42), Cucu (45), Adin (50), Iri (50), Tardi (45), Eman (37).

"Itu laporan yang masuk dari data aparat setempat seperti Babinsa, tapi memang masih harus dibuktikan," kata Dadan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana KBB Maman Sulaeman menuturkan, longsor menimbun sekira 30 umpi di Desa Mukapayung akibat hujan deras yang terjadi semalaman.

"Awal longsor jam 4 tadi subuh, longsor terbesar jam 6. Yang terkubur sekira 24 orang, baru enam orang yang meninggal dan sudah dibawa," kata Maman, ketika dihubungi.

"Yang tertimbun rumah. Kalau umpinya ada 32-an umpi," katanya.

Selain itu, 9 rumah tertimbun longsor. Diperkirakan sekitar 24 orang tertimbun. 6 orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dan 18 orang diperkirakan masih tertimbun longsor. Jumlah total orang tertimbun masih perkiraan, antara 20 hingga 24 orang. Kepala BPBD Bandung Barat melaporkan 18 masih tertimbun.

BPBD Bandung Barat bersama BPBD Jabar, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, relawan dan masyarakat bersama-sama melakukan evakuasi. TRC BNPB menuju lokasi untuk melakukan pendampingan penanganan darurat. Laporan detil akan disampaikan berikutnya karena masih dilakukan pendataan.

Seperti dikutip dari sindonews.com, Maman yang tengah ada di lokasi kejadian menambahkan, saat ini pihaknya bersama relawan terus melakukan pencarian.

Menurutnya, Basarnas juga akan turun membantu pencarian. Saat ini pencarian korban dilakukan Kodim, warga, BPBD dan relawan lainnya.

Maman mengakui, medan pencarian sangat sulit. Lokasi longsor ada di medan pegunungan, sehingga mobil keruk atau alat berat tidak bisa menjangkau lokasi.

"Kendalanya banyak, medannya sulit. Enggak bisa mobil masuk, hanya sampe di desa saja. Ini pegunungan," terangnya.(dbs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Longsor
 
Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
 
Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
 
Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
 
Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
 
5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]