Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Aceh
Puluhan Lebih Proyek 'Siluman' di Aceh Utara
Thursday 18 Jul 2013 00:00:54

Ahmad Satari SE, Anggota Komisi E DPRK Aceh Utara.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Anggota Komisi E DPRK Aceh Utara, Ahmad Satari SE, mengatakan bahwa di kabupaten itu banyak proyek yang dikerjakan asal jadi serta terbengkalai pembangunannya.

"Terdapat puluhan proyek lebih, yang menggunakan anggaran APBK dan APBA dengan nilai ratusan sampai miliaran rupiah yang terlantar," jelas Satari, Rabu (17/7).

Dengan banyaknya proyek yang terbengkalai tersebut, diungkapkan oleh anggota DPRK dari Partai Demokrat ini adalah merupakan lalainya Pemkab dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan proyek di Aceh.

Satari mencontohkan seperti pembangunan gedung SKB, RSUD Lhoksukon, pembangunan Pabrik Es, jembatan beton jalan nasional Banda Aceh-Medan, dan masih banyak lagi pembangunan yang terlantar hingga menyedot anggaran mencapai miliaran lebih.

Menurutnya, hal itu diakibatkan kurangnya pengawasan dari pemerintah, sehingga kontraktor semena-mena dalam mengerjakan proyek. Ironinya setiap proyek dikemudian bermasalah, maka semua pihak yang melanjutkan mengatakan bukan bagian dari kinerjanya, ujarnya.

"Bukan maksud saya menyalahkan pejabat ataupun pemerintah, namun sangat disesalkan," imbuhnya lagi.

Untuk itu, diharapkan pemerintah lebih ekstra dalam melakukan pengawasan serta sebelum proyek itu ditender maka untuk mengkroscek riwayat perusahaan itu dengan jeli agar terhindar dari yang namanya proyek "siluman".(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]