Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pulau Sandy
Pulau Sandy di Pasifik Ternyata Tidak Ada
Thursday 22 Nov 2012 23:33:54

Peta Pulau Sandy.(Foto: Ist)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Satu pulau di Pasifik Selatan yang dicantumkan di peta maritim Australia dan dunia serta di Google Earth dan Google Maps, ternyata tidak ada, kata para ilmuwan Australia.

Pulau kecil yang disebut Sandy di peta Google, terletak di tengah-tengah antara Australia dan Kaledonia Baru yang dikuasai Prancis.

Para ilmuwan dari Universitas Sydney yang mengunjungi kawasan itu mengatakan mereka hanya menemukan perairan di Lautan Coral itu.

Pulau ini dicantumkan di berbagai penerbitan paling tidak dalam sepuluh tahun terakhir.
Maria Seton, ilmuwan yang ikut serta dalam kunjungan ke kawasan itu, mengatakan tim peneliti memperkirakan akan menemui daratan dan bukan lautan sedalam 1400 meter.

"Kami ingin meneliti karena peta navigasi di kapal menunjukkan perairan sedalam 1.400 di kawasan itu, sangat dalam," kata Dr Seton dari Universitas Sydney kepada kantor berita AFP setelah perjalanan selama 25 hari, Kamis (22/11).

Kesalahan orang

"Di Google Earth dan peta lain juga tertera sehingga kami ingin memeriksa dan tidak ada daratan. Kami sangat bingung," kata Seton.

"Bagaimana kawasan ini bisa masuk dalam peta? Kami tidak tahu namun kami ingin mencari tahu," tambahnya.

Koran-koran Australia melaporkan pulau yang tidak terlihat itu terletak di perairan Prancis namun tidak tercantum dalam peta pemerintah Prancis.

Badan Hidrografi Australia yang memproduksi peta bahari negara itu mengatakan dicantumkannya pulau itu di Google Earth kemungkinan karena kesalahan orang yang tidak diperbaiki selama bertahun-tahun.

Seorang juru bicara badan Google mengatakan, mereka telah berkonsultasi dengan berbagai pihak saat menyusun peta.

"Dunia terus berubah dan terus memperbarui perubahan itu merupakan upaya yang tidak akan pernah berakhir," katanya.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pulau Sandy
 
Pulau Sandy di Pasifik Ternyata Tidak Ada
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]