Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Jakarta
Proyek Kereta Layang Elevated Loop Line Jakarta dalam Proses Pengajuan ke Pemerintah
2018-05-17 12:08:00

JAKARTA, Berita HUKUM - Proyek kereta layang atau elevated loop line di Jakarta rencananya akan dibangun oleh konsorsium PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan nilai investasi hingga sekitar Rp 16 triliun termasuk untuk pengadaan kereta.

Khusus untuk pengadaan kereta atau rolling stock, dibutuhkan dana mencapai sekitar Rp 3 triliun.

Direktur Operasi II PT PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata mengatakan kereta itu sekelas MRT dan menggunakan teknologi tinggi hingga dioperasikan tanpa masinis.

"Rolling stock belum tahu dari mana kan masih tahap awal, kalau dari dalam negeri kan sudah ada Inka. Kita sih preferensinya dari dalam negeri. LRT [yang diproduksi] dari Inka juga tanpa masinis tapi memang masih ada untuk kondisi darurat," ujarnya.

Saat ini, pembangunan jalur loop line tersebut masih proses pengajuan kepada pemerintah. Setelah itu, masih ada beberapa tahap yang harus dilalui sehingga ditargetkan pembangunan baru akan dimulai pada akhir 2019.

"Ini kita dalam proses pengajuan, nanti kan ada Outline Business Case (OBC), kemudian Final Business Case (FBC), kemudian ada perjanjian kerja sama, kira-kira satu tahun bisa selesai. Akhir 2019 paling baru bisa mulai persiapan pekerjaan, bisa selesainya sekitar empat tahun," paparnya.

Kereta layang ini memiliki rute Manggarai - Tanah Abang - Duri - Kampung Bandan - Kemayoran.

"Jadi ada beberapa stasiun yang merupakaan hub KRL, misalnya dari Bekasi kan ke Jatinegara atau Manggarai, kalau Bogor ke Manggarai, Bintaro kan ke Tanah Abang, Tangerang ke Duri. Itu kan jalur dari luar Jakarta ke Jakarta, loop line ini jalur yang akan menghubungkan stasiun utama tersebut di Jakarta," jelasnya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (16/5).

Pada jalur dengan panjang total 26 km, lanjutnya, akan dibangun sekitar 15-20 stasiun. "Jadi nanti dibangunnya elevated di atas jalur yang sudah ada," tuturnya.

Sementara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sedang melakukan kajian awal proyek pembangunan kereta layang di Jakarta atau Jakarta loop line. Lintasannya akan berada di atas jalur eksisting KRL Jabodetabek. Lantas, apakah operasional kereta di bawahnya nanti akan terganggu?

Pundjung Setya Brata menyatakan, pihaknya pun sedang memikirkan agar pembangunan loop line tidak mengganggu beroperasinya KRL Jabodetabek.

"Ini supaya tidak mengganggu operation kereta yang ada di bawahnya itu nanti akan menjadi isu yang menurut saya paling besar," katanya.

"Tentunya nanti dengan metode konstruksi ya. Kalau lihat (lintasan LRT) yang di Kuningan atau Cibubur itu kan kita gunakan banyak metode-metode kerja untuk tidak ganggu aktivitas di bawahnya. Misalnya dengan launching girder, dengan precast system," jelasnya.

Dengan metode tersebut bisa meminimalkan gangguan yang dialami aktivitas di bawah area konstruksi, dalam hal ini lintasan KRL Jabodetabek.

"Seperti itulah yang akan kita lakukan. Kemudian nanti untuk kepala tiangnya akan banyak tempat tempat yang gunakan sistem portal," lanjutnya.

Dia menambahkan, adanya transportasi massal loop line sudah menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya ketersediaan layanan moda transportasi umum di Indonesia masih dianggap kurang.

"Kalau di kita memang masih kurang sekali, sehingga kita perlu mengejar ketinggalan ini. Apalagi populasi penduduk di Jakarta jauh lebih besar daripada kota kota lain di dunia, sementara panjang dari rel kereta yang terbangun untuk angkutan massal di perkotaan kan masih sangat sangat kecil," pungkasnya.(dbs/ray/CNBCIndonesia/detik/bh/sya)



 
Berita Terkait Jakarta
 
• Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
• Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
• Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
• Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
• KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]