Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Proses Belajar Mengajar di SDN I Banda Alam Kurang Pengawasan Dinas
Friday 22 Aug 2014 23:17:50

Kondisi ruang belajar mengajar tanpa ada guru di dalam ruangan kelas.(Foto : BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Kurangnya pengawasan dari Dinas Pendidikan kabupaten Ace Timur membuat aktifitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, sungguh sangat memprihatinkan, pasalnya salah seorang oknum guru tidak berada di ruang kelas di saat jam belajar, hal itu terjadi Kamis (21/8) saat awak media berkunjung ke sekolah tersebut.

Selain guru yang tidak mengajar pada jam belajar, kepala sekolah nya pun tidak berada di tempat. Diduga oknum guru berani melakukan hal tersebut karena kepsek jarang jarang berada di tepat.

hal ini sangat di sayangkan guru yang merupakan contoh untuk mendidik, ternyata tidak tidak bisa memberi contoh yang baik dan disiplin bagi peserta didik, hal tersebut dapat merugikan para murid.

Sementara kepsek SDN 1 Banda Alam Mawardi saat di komfirmasi awak media ini melalui telepon Selularnya Jum'at (22/8) tidak berkomentar, "SMS saja jangan di telpon saya tidak bisa dengar, "ujar Mawardi.

"Setelah di SMS juga tidak di balas, hingga berita ini di turunkan ke meja redaksi belum ada komfirmasi dari pihak kepsek SDN I, di minta Dinas Pendidika dalam ha ini pengawas sekolah lebih serius mengawasi sekolah - sekolah yang letaknya didaerah pedalaman.

Sementara itu di tempat terpisah wali murid warga Kecamatan Banda Alam, yang enggan menyebutkan namanya, pada awak media mengatakan, "kami selaku wali murid sangat meyayangkan hal ini terjadi karena bisa mempengaruhi belajar mengajar terhadap anak-anak kami. Selain itu juga mengharapkan kepada kepala dinas pendidikan aceh timur memperhatikan hal tersebut," imbuhnya.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]