Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Promosi Terkendala, Objek Wisata Dijadikan Sarang Maksiat
Sunday 24 Mar 2013 13:16:30

Kepala Bidang Disbudpar Aceh Utara, Nurliana.(Foto: Ist)
LHOKSEUMAWE, Berita HUKUM – Dinas kebudayaan pariwisata dan perhubungan Aceh Utara mengaku terkendala dalam mempromosikan objek wisata di Kabupaten Aceh Utara, hal tersebut dikarenakan paradigma masyarakat bahwa tempat tersebut dijadikan sebagai objek maksiat.

Paradigma tersebut muncul bukan karena di objek wisata melainkan karena ada kesempatan, kata Kepala Bidang Disbudpar Aceh Utara Nurliana, Minggu (24/3). Ini perlu melibatkan unsur Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan elemen masyarakat.

Berbagai upaya melalui kegiatan sosialisasi tentang pelestarian dan promosi wisata di kabupaten ini agar dikenal oleh daerah luar, ujar Nurlina. Bahkan penilaian masyarakat terhadap Disbudpar sangat miring dengan disebut-sebut akan membuat penambahan tempat maksiat.

"Ini Aceh, janganlah disamakan dengan daerah lainnya seperti di Bali, Hawai dan tempat wisata lainnya," sebut Nurlina. Bahkan dari hasil kajian Disbudpar bahwa tidak ada satu persen pun maksiat yang ditimbulkan akibat adanya objek wisata alam. "Maksiat itu terjadi karena ada kesempatan," imbuhnya lagi.

Untuk pelestarian dan meningkatkan promosi objek wisata yang bernuansa Islami, dalam waktu dekat ini Dinas Pariwisata Aceh Utara melibatkan unsur MPU akan menggelar sosialisasi umum dan terbuka kepada masyarakat Aceh Utara.

Semakin meningkatnya wisatawan, meningkat pula hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]